Minggu, 23 Desember 2012

Buat Reno, Sahabatku.. tetaplah berdiri di sana..


Ini cerita yang sebenarnya,
Di tengah malam buta seorang teman lama mendatangi kostku, dengan nada tersendu sedan.. ada apa Reno?..
Seorang gadis cantik, baik, kaya yang sering melenggang bersamanya meninggalkan Reno untuk menikah dengan pria lain… hah? Kenapa Ivets pergi? Kenapa Ivets berpikir lain? Kenapa? Kenapa? Kenapa Ivets berubah?...

Aku mengenalnya dua tahun yang lalu, setahun lebih lama dari dari Reno,…
Dia baru keluar dari sebuah misa dihari minggu… berkulit putih, berpakain sangat sesuai dan menunjukkan selera yang terjaga, senyum penuh kehangatan..
“Ivets”,, katanya sambil menjulurkan tangan salam perkenalan,, ketika aku menghampirinya dan bertanya apakah dia anak baru di gereja kami…

Suatu haripula kami bersahabat, ceritanya cerita yang sederhana, cita-citanya, keinginan yang dapat dijangkau semua orang… kalau kelak aku menikah rasanya tidak mengapa kalau aku hanya jadi ibu rumah tangga seperti kakak-kakakku lainya,… kerja, kenal seseorang, menikah, memiliki anak, dan berdiam dirumah bersama anak-anak… kadang setiap pulang dari rumahnya, selalu ada keinginan bisakah aku menikahinya suatu hari?... Tapi aku tidak seberani itu…,, aku sangat tidak sepadan dengannya… keluargaku dari keluarga biasa saja, pekerjaan dan karierku tidak cukup cemerlang, umurku tidak muda lagi kalau hanya untuk berpacaran, dan ini dan itu… semuanya melengkapi ketakutan untuk bisa bersamanya… ak menyebutnya sebagai realistis.. hehe

Dan ketika disuatu minggu aku mengunjunginya bersama Reno, sahabatku,, cerita menjadi lain,,, Reno bukanlah seorang anak kaya seperti Ivets, dia juga mempunyai karier yang pas-pasan persis denganku, dan usianyapun tak muda lagi… Tapi itulah Reno, penuh simpati, pembawa suasana, dan penuh kepercayaan diri dengan kecerdasan diatas laki-laki biasa…
Dan itu awalnya ketika suatu hari di Bulan Oktober 2011 yang basah sebasah basahnya , aku dikunjungi oleh dua sahabatku yang telah mendeklarasikan bahwa mereka telah jalan bersama… ak bahagia bercampur masam hehe,, tapi masih terasa sedikit manis bila ingat banyak yang aku tak punya dan tak siap…

Tapi setahun telah berlalu, ketika Ivets mengundangku untuk makan siang bersama,.. Ivets bukanlah gadis yang dulu ketika baru melangkah keluar dari kampusnya… Dia telah bekerja disebuah perusahaan besar yang letaknya persis didepan kantorku,, Ivets mulai cerita tentang  karier plan nya yang cukup terbuka luas, tentang fasilitas, tentang masa depan yang bernama tantangan..  Dia juga mulai bercerita tentang umurnya yang masih muda dibanding teman-temannya dikantor yang berada di bawahnya,, dan juga kekagumannya terhadap top manager dikantornya yang memilki karier sangat cemerlang,,
Entahlah, sepulang makan siang itu, pikiranku jadi agak aneh,, ada rasa sukurku dan kekuatiran tentang sesuatu yang tidak begitu jelas…

Dan aku harus bilang apa dengan cerita Reno malam itu,,
Dia meninggalkanku Ben!!, Dia memutuskan untuk menikah dengan pria lain yang lebih mapan… dia tidak mau berhenti bekerja hanya gara-gara ingin menikah denganku,, dia mengatakan kalau aku pensiun maka kehidupan akan menjadi tidak jelas karena karierku biasa-biasa saja, dia juga bilang aku terlalu tua untuknya, sementara pria yang baru dia kenal setara dengannya dan punya karier yang lebih terbuka luas karena kesempatan rentang waktu yang lebih panjang dariku dan bila dipadukan akan bisa melengkapi lebih daripada kami berdua… Dia berubahhh Bennn, Ivets berubah…. Dia tega pergi begitu saja, dia tidak ambil pusing dengan perasaanku…

Aku harus jawab apa coba,,
Aku kenal Reno ketika sama-sama masuk di sebuah SMA yang sangat kami kagumi sampai saat ini.. Reno sahabat yang baik, perhatian, gentlemen, dan sangat melindungi… Itupula yang sering diceritakan Ivets, betapa dia bersyukur aku mengenalkan pria yang selalu dia cari selama ini…. Tapi apa??
Waktu merubah segalanya…
Ivets mulai mengenal sesuatu yang sangat berharga baginya, sesuatu bernama kemungkinan kemungkinan…
Cinta tidak menjamin apa-apa..
Cinta bukanlah hal yang utama
Cinta kadang bersaing dengan prestige
Cinta saja tidak cukup…

Aku cukup sedih, dua sahabatku tidak lagi bersama,
Aku sedih karena ternyata waktu bisa merubah semuanya..
Kadang Kebaikan-kebaikan tidak berarti apa-apa dibanding kemungkinan kemungkinan yang ada didepan…

Baiklah, aku hanya ingin bercerita tentang dua sahabat yang akhirnya terpisah…
Seandainya waktu bisa mundur,, banyak pertanyaan yang kuajukan tapi entah siapa yang harus menjawab…
“Kenapa Reno tidak cepat mengajaknya menikah disaat itu ketika Ivets belum berubah?”
Apakah bencana hanya tinggal menunggu waktu saja, apapun kejadiannya…
Apakah aku perlu bersyukur tidak jadi untuk mengejar Ivets…
Itu hanya nasib Reno yang kurang beruntung…

Tiba-tiba ketika ingin mengakhiri tulisan ini, sebuah iklan muncul dan bilang,, apapun yang terjadi, aku hanya percaya pada kekuatan cinta…
Cinta tidak bisa dipaksakan… Reno sahabatku, janganlah menyesal, Ivets pun akan berpikir suatu hari betapa ketika dia telah mendapatkan semuanya, dia juga kehilangan dan tidak mendapatkan semua kebaikan yang ada padamu..
Kamu salah satu orang baik yang pernah kutemukan, waktu akan menyembuhkan lukamu, dan percayalah, seseorang didepan sana telah disiapkan oleh Nya, dan kelak kau akan bersyukur karena dia lebih tepat untukmu.. tetaplah seperti ini,, jangan mengejar kariermu hanya karena Ivets, semuanya harus disukuri…. Kita sering mendapatkan sesuatu tanpa sadar kita kehilangan yang lebih berharga…
Selamat malam Reno, selamat malam Ivets… semoga kita masih bertemu diwaktu yang lain..


(Tulisan ini dibuat untuk mengenang teman, sahabat, saudara yang pernah bertemu di bulan ini dan menghilang ditengah badai waktu nan kejam... setidaknya bila dia megingatku maka dia akan merenungkannya bahwa semua tidak sia-sia,... baik-baiklah Kau disana, sampai waktunya tiba...

Namanya Reno, aku memanggilnya demikian sejak 10 tahun yang lalu, teman dipersinggahan Fort Numbay nama lain dari Jayapura.. Teman lelaki yang sangat mengerti akan persahabatan.. Hari itu hampir malam dan aku tetap tidak tahu jalan pulang ke daerah trans B, sebuah perkampungan penduduk pendatang.. jangankan mengingat jalannya, melihat terang saja sangat sulit, dan yang ada hanya teriakan-teriakanku yang mulai serak dan penuh kepanikan... temanku hanya sebilah pisau panjang yang telah menemaniku kemana mana...
Itu hari Sabtu biasa saat aku menghabiskan waktu untuk berburu babi hutan bersama penduduk kampung dan dengan Reno, sahabatku yang kukenal 2 tahun sebelumnya,, rumah kami berdekatan dan kami mempunyai kasus yang sama, tanpa saudara, tanpa teman, tanpa cinta, dan tanpa harapan... 
Entah kenapa hari itu membuahkan kenekatan yang konyol, aku berlari-lari dengan semangat mengejar kawanan babi hutan yang ada didepan mata, dan membawaku terlalu jauh untuk dapat menemukan jalan pulang... Dan aku bersyukur Reno tetap mencariku sampai akhirnya menemukanku terduduk tanpa tenaga lagi,... Reno, kau menemukanku,, kataku lirih.)

Selasa, 13 Desember 2011

Kita di Asia kan?


Sebenarnya saya tidak akan membahas buku karangan Kishore Mahbubani, dosen dan Profesor Praktik Kebijakan Publik pada Kebijakan Publik Lee Kuan Yew School, Universitas Nasional Singapura, berjudul Asia Hemisfer Baru Dunia. Tapi tiba-tiba ditengan halam buku ada yang merasuk pikiran saya dan membuat saya bangga hidup di Asia, walau sering galau mendapati negeri kita tetap carut marut ditengah-tengah negara asia lain yang terus maju.. Tapi setidaknya saya terhibur ketika pasar modal runtuh dipenghujung tahun ini, Indonesia tetaplah negara dengan pertumbuhan tertinggi di Asean... dan terus setara dengan China dan India. Apalagi mendapati isue baru seperti Sondang yang buat saya miris... awal yang buruk di akhir tahun dalam sejarah kita... Tapi lihatlah negara-negara barat yang mulai runtuh satu persatu dinasti ekonominya, dan yang lebih parah mereka tidak kompak lagi menghadapinya... sementara kita tidak terlalu merasakannya, bahkan di kantorpun saya bingung tidak ada yang tahu tentang Papandrou yang sekarat tapi tetap berkeras tentang referendum di Yunani,,, tentang Ben Bernakle yang sedang di uji dan mulai dibandingkan dengan Greenspan...


Saya hanya ingin mengatakan saya hidup di Asia, saya tinggal di Indonesia... trus kenapa? Saya melihat perpektif asia lebih dapat mengatasi tantangan-tantangan global dan saya melihat miliaran penduduk Asia sedang berderap menuju modernitas (Manrching to Modernity)... Kita hidup di benua yang lebih flexible yang lebih murah untuk menangkap perubahan-perubahan yang ada... dan tidak ada free rider didalam kemajuan derap kemajuan ekonomi dan teknologi di Asia...
Saya mulai optimis hidup di negara bernama Indonesia yang terletak di Benua Asia.. mau untuk maju, mau untuk berkembang, mau untuk menyalip barat... bagaimana anda? Mau?
Mungkin ada baiknya anda membaca lengkap salah satu karya Kishore yang cukup jernih dengan logika yang cukup baik tentang abad 21, abad milik Asia... semoga...

Senin, 07 November 2011

When I’m happy look my mum at hum..

Suatu hari berjalan menuju Incheon city melalui Subway dari Icheon merupakan petaka hati tersendiri… Saya berharap mencapainya sebelum jam menunjukkan jam 11 malam ketika kereta terakhir lewat… sayang rasanya saya terlalu banyak minum aqua disebuah warung pinggir jalan yg menjual Taebugi, sebuah percampuran antara saos yang teramat pedas dan rasa gurih yang seksi sekali… Jadilah saya mesti mencari toilet diujung persimpangan di stasiun Sigurkki… bersih sekali tempatnya, dengan aroma wangi yang jarang tercium di toilet kantor saya sekalipun… Itsn’t reasonable that I must prepare from home … da ya? Huh… But it’s the start when I look something …

Ibu itu berumur 65-an, seumuran dengan my mum yg mungkin sedang nyenyak dengan bantal gulingnya bersama mimpinya yg selalu diutarakannya ke anak2nya yg datang mengunjunginya…. I always hear you, mum… tapi malam ini ak melihat Ibu yang lain, Ibu yang letih, seharian membersihkan kamar mandi… but tapi saya tidak salah melihatnya tadi…. Saya masuk ke toilet Pria!!!! Dan saya masih seorang pria!!!!!... Oh my God… saya langsung lemas memikirkan itu dan berupaya mengingat mimpi saya yang lain yg bisa membuat mum bahagia…

Saya diantara kebingungan,, apakah ini hal yang benar yang seharusnya terjadi atau saya hanya dihantui rasa kasian.. Kalau saya pikirkan lagi rasanya berumur 65 tahun adalah umur yang masih bisa produktif… Bukankah kita bisa akan lebih awet muda baik secara phisik maupun dari daya ingat apabila kita terus bekerja dan berpikir… Daripada kita menikmatinya dengan hidup sebagai seorang pensiunan yang mengambil pensiun terjadwal setiap bulannya, menjemukan dan menjadi hari yang cukup panjang… Saya hanya berpikir, tidak adakah pekerjaan lain yang bisa diperbuat selain pekerjaan seperti itu dan semalam itu…

Saya ingat terakhir melihat Ibu saya yang telah renta ketika saya datang kerumahnya sedang membersihkan halaman rumah dari dedauanan yang jatuh berserakan sambil sering berhenti sebentar merasakan encoknya yang kumat kumatan…. Itu membuat saya merasa bahagia, dia masih dapat bekerja atas nama kebebasan yang diinginkan di sebuah negara yang semerawut dan jaminan sosial yang masih jauh dari sempurna… I luv u Mum…

Jumat, 04 November 2011

catatan Akhir Minggu

Enam bulan ini mungkin enam bulan yang aneh, semua kehidupan saya mungkin seperti Mr. Dahlan meski hasilnya seperseratus dari beliau hahahaha... berangkat jam 06.30 dan pulang 19.00... Mengejar apakah saya dengan seperti itu... angka angka yang gemilang tidak bisa menjadi ukuran saya bahagia... prestasi bagus tidak menjadikan saya melambung tinggi...
Beberapa hari terakhir saya bertemu ritme, bertemu kegalauan, tantangan dan teman-teman yang mengejar target... tapi apakah semua itu mimpi semu... Pernah saya ingat dalam 3 tahun berturut-turut bisa mencapai kredit dengan tingkat kemacetan 0,00 % dan ekspansi selalu diatas 150% dan cukup mendapatkan nilai baik dan gengsi dari pekerjaan yang ada... di sebuah rapat rutin bulanan mungkin mendapatkan aplaus.. tapi sepulang kerja saya lebih senang membaca Sandiago Uno sedang menikmati marathon 10 K di Sydney... dan selalu memantau perkembangan nilai usahanya yang menjadi besar karena suatu credo yang singkat "kerjo, kerjo, dan kerjo... hasil yang setara... Anak muda 41 tahun itu mempunyai asset terbesar kesembilan di republik ini... apakah saya mengejar materi... waittt... sebenarnya sedari kecil saya hanya mengetahui satu hal bahwa kerja bagus membuahkan hasil yang setara...
Hidup adalah sebuah pilihan ... pilihan yang terlihat baik bisa saja menghasilkan hasil yang setara, tapi bukan mustahil sebaliknya... adakah hubungannya dengan nasib yang mungkin bisa diramal sewaktu waktu dipinggiran jalan kecil disebuah tempat dimana menjadi ramai dan membuat saya tersenyum... seorang teman mengatakan kepada saya untuk tidak sering sering mencuci mobil sendiri karena pengaruh sabunnya bisa membuat garis tangan kita berubah sehingga mungkin nasib kita berubah pula.... hahahaha.. Tahukan anda bahwa semasa SMA saya sering melihat iklan di majalah Tempo dimana sebuah klinik di Jakarta bisa merubah garis tangan kita secara manual dan diharapkan nasib kitapun bisa berubah baik... haha, ini iklan yang sungguh membahagiakan dikala senggang dan buat tersenyum sendiri...
Saya pikir apa yang saya rasakan sebenernya tidak terlalu benar dan agak sentimentil... Tuhan telah memberikan beberapa pilihan, yang bisa dijalani maupun yang tidak... dan kita bisa membuat bahagia dengan semua pilihan tersebut... kenapa tidak?
Liburan panjang disaat cuti, menikmati matahari tenggelam di pantai Kuta, menikmati batu dari puncak tertinggi Panderman... dan reuni kecil dengan teman-teman semasa kuliah... membuahkan sensasi diluar rutinitas yang menjemukan... waittt... Doa membuat kita juga hidup dengan lebih bersyukur...
Bersyukur tidak menjadi seorang sandiago karena tidak memikirkan hutang, permasalahan perusahaan dan tetek bengeknya... bisa jalan-jalan di mall mall kota tanpa diketahui kita siapa... menarik bukan...
Rasanya rasa syukur menjadi kata terakhir kita untuk bisa bahagia dengan pilihan yang terjadi dikehidupan kita... loh kok terjadi? ya karena belum tentu kita semua dulu memilih jalan yang saat ini ada dikehidupan kita...
Bahagia bisa berarti kesederhanaan, pertemuan hati yang merasa bersama, rasa bersyukur atas semua yang terjadi... dan saya terkaget ketika Tolstoy menuliskan judul novel yang selalu saya ingat, Tuhan Maha tahu, tapi Dia menunggu... sebuah pilihan...
Semoga akhir pekan saya tetap indah... semangattt

Senin, 24 Oktober 2011

Catatan Seminggu Kemarin..

Seminggu kemarin bukan merupakan catatan yang menyenangkan bagi saya yang suka berita,, menyedihkan, memuakkan dan cenderung masam rasanya…

Dimulai dari tewasnya Khadafi yang keterlaluan,, saya tidak pernah menerima bahwa orang yang sudah menyerah harus tetap dibunuh, keji,,, dan sangat keji sekali… betapapun jahatnya orang yang tebunuh…. Saya ingat seorang ketua Real Estat Indonesia yang pernah bersedih luar biasa bercerita tentang adiknya yang meninggal, dibunuh oleh separatis OPM di Port Numabay (sebutan yang saya lebih sukai dibanding Jayapura).. Dia bercerita seekor beruang tidak akan membunuh lawannya apabila telah menyerah dan tahluk (saya tidak tahu apakah dia juga ahli binatang?).. Sangat tidak menyenangkan dan saya mengatakannya the drama, seorang besar seperti itu harus terbunuh oleh rakyatnya sendiri… dibelakang kepentingan minyak yang sangat besar… sadarkah mereka?..



Sehabis pulang mendapatkan pencerahan dari ahli marketing di sebuah hotel, secepatnya saya pulang untuk mengetahui kabar Moto GP… berharap sedikit ada yang menghibur saya… kemungkinan ada kemajuan desmosedici yang ditunggangi Rossi… bah malah kabar sebaliknya.. orang aneh satu itu malah tewas sangat mengenaskan.. RIP Marco Simoncelli… padahal menurut saya dia orang yang bisa mengobati dunia untuk melihat bukan hanya sekadar balapan,, tapi style, character berbeda dan keanehan yang menyenangkan… semuanya setelah Rossi kelelahan menunggangi ducati yang tidak berkutik samasekali… catatan saya hanya menunjukkan ada yang tidak beres dengan cara menyalip seperti itu… segila apapun Simoncelli… semoga seminggu ini terjawab semuanya,,,


Kedukaan kumulatif seperti itu mengobati kejengkelan saya melihat pemerintahan sekarang yang sudah tidak bisa dikomentari lagi,,, kesabaran adalah obat mujarab untuk setia menunggu matahari terbit di tahun 2014… bukan sekarang… beruntung sekarang saya mempunyai 48 chanel yang bisa melewati berita berita lokal dan lebih asyik dengan animal planet hehe.. dan juga pagi ini,, saya masih beruntung sebelum berangkat kerja meskipun hanya 15 menit sempat melihat seorang Dahlan Iskan.. satu-satunya orang di kabinet yang saya anggap mampu dan berkharakter…


Kegembiraan saya lainnya adalah terlibasnya MU 1-6 oleh The City,,, hahaha cukup menghibur, ditambah Real Madrid mampu melibas Malaga 4-0 dan berada di puncak,, yeahhhhhh… hebat Mao,, kalo punya uang banyak sebenarnya saya ingin menggajinya lebih besar untuk menjadi Presiden Indonesia hahahaha... Keren, percaya diri, penuh strategi, dan ga peduli kata orang… mau ga ya rakyat Indonesia urunan untuk membujuknya biar mau…. Plizzzz Mao


Minggu ini seminggu yang aneh,,, terasa menyesakkan meski hujan turun… turun tidak terlalu lebat dan saya hanya menemuinya setelah usai… harapan dan keniscayaan kadang sulit untuk membedakannya… bahkan untuk sebuah perasaan sekalipun.. hahahaha… Thanks God..

Sabtu, 28 Mei 2011

Kengerian didepan kita

Waktu itu tengah malam di Bulan April 1951, ketika sang presiden memanggil semua harian terkemuka di Amerika, dan mengatakan bahwa esok pagi akan terjadi kejadian yang akan dicatat dalam sejarah. Presiden yang sangat flamboyan itu samasekali tidak membungkam pers untuk tidak memberitakan sesuatu yang akan terjadi. Tapi untuk Negara, untuk kepentingan nasional maka sang presiden mengajak para kuli tinta itu untuk berpikir ulang untuk tidak memberitahukan atau membocorkan sesuatu yang penting atas nama Negara. Meskipun demikian sejarah mencatat bahwa invasi Amerika atas Cuba untuk menggulingkan rezim komunis Fidel Castro yang dikenal sebagai invasi Teluk Babi tersebut gagal total. Banyak hal yang tercatat dalam sejarah bahwa hal tersebut adalah awal dari intrik intrik antara CIA dengan sang presiden. Bagi kita yang sadar mestinya kita lebih bahagia dengan beberapa kejadian yang tidak terjadi di Negara kita yang melanggar batas-batas demokrasi yang diagung-agungkan oleh Amerika, bahkan juga oleh sebagian kita,, hmm, Saya pikir banyak kejadian di Negara tersebu

t yang tidak dapat terjelaskan sampai saat ini dan merupakan X file. Kematian Kennedy, Peristiwa WTC, penyerbuan Irak dll. Tetapi saya tidak tertarik untuk membahasnya lebih dalam peristiwa tersebut.

Saya hanya ingin kita membaca berita di media yang membuat nilai-nilai moral kita tidak terganggu. Apakah semua berita harus diberitakan. Apakah semua kejadian harus ditampilkan? Apakah semua yang berakibat negatif tetap harus terlihat untuk kita,, Suatu hari ditengah malam saya terbangun dan melihat orang yang saat ini mulai diingat kembali oleh kebanyakan orang Indonesia gara-gara seorang polisi Gorontalo yang sangat expresif menyanyikan lagunya yang pernah dinyanyikannya, Chaya-chaya,, ya seorang Syaruk Khan. Saat harus menyampaikan kemenangannya atas actor pria terbaik Bollywood, dia mengatkan hal yang menarik “Saya berharap anak-anak saya telah terlelap tidur dirumah dan tidak lagi menyaksikan televisi meskipun ayahnya berada di sini. Kita hidup di dunia yang tidak terbayangkan oleh semua kita. Saya tidak bisa menjelaskan kepada mereka bagaimana senjata mainannya ternyata nampak di TV untuk membunuh seseorang, saya tidak bisa menjelaskan mengapa pesawat mesti mendarat di gedung bertingkat WTC, saya tidak dapat menjelaskan kenapa orang dibunuh karena keyakinannya,,,”,, Saya bukan pengagum film India, tapi cukup kagum dengan intelektual sang aktor yang jug

a seorang ayah yang baik. Bukankan kita sudah muak dengan sambutan “terima kasih pada teman-teman, director, manager, oramg tua, dll yang telah membawa saya kemari saat ini” hehehe

Sungguh media saat ini memberitkan semua yang sangat ekspresif didepan kita melalu televisi, Koran, majalah dll. Dan untuk hal itu semuanya diganjar dengan penghargaan yang sangat prestisius. Pernahkan anda lihat foto di bawah ini yang mendapatkan penghargaan pulitzer?

Photo ini sengaja saya potong untuk tidak menimbulkan kengerian pada kita semua. Pohoto ini selengkapnya adalah ketika Jendral Nguyen Ngoc Loan mengeksekusi seorang Vietcong dengan menembah kepalanya dari sampaing. Photo ini sungguh terkenal didunia dengan cerita panjang setelahnya

dari sang pengeksekusi yang hidupnya tidak bahagia belakangan. Saya telah melihatnya sejak saya kecil, sampai saat inipun photo ini masih sering muncul d

ibeberapa majalah untuk mengenang perang kekejaman Vietnam yang sangat heroik itu. Saya juga teringat betapa sebulan penuh ketika tsunami terjadi di Aceh, harus menyaksikan sesuatu yang rasanya tidak pantas untuk kita manusia, jasad-jasad tercerai berai dijalanan kota dan desa. Atau lihatkah beberapa Koran yang mengekspose berita kecelakaan sebagai headline-nya hampit tiap hari. Kita disuguhkan kengerian seperti itu yang menjadikannya sebuah ketakutan, trauma, atau menanamkannya pada otak kita bahwa itu hal yang biasa. Seperti mahasiswa kedokteran yang akhirnya menjadikan jenasah hal yang biasa sebagai praktek laboratoriumnya.

Tapi saya terkaget-kaget ketika gempa besar dengan 8,8 SR yang mengakibatkan tsunami terjadi di Jepang pada tanggal 11 Maret 2011. Tsunami yang maha dasyat itu terekam jelas oleh beberapa orang dan diberitakan keseluruh dunia. Tsunami besar itu menghancurkan dan memusnakan berbagai hal di negara itu. Infrastruktur, industri, perdagangan, perekonomian,dan tentu saja hal yang tidak terbeli, nyawa manusia. Peritiwa tersebut setidaknya menimbulkan korban lebih dari 20.000 orang. Tapi sadarkah kita bahwa di Koran-koran, di televisi kita samasekali tidak disuguhi foto-foto yang mengerikan? Saya tidak melihat jasad-jasad manusia sekalipun, bahkan pemakaman masalpun hanya menyorot peti mati dalam sudut yang tidak fokus. Kita menjadi nyaman untuk terus mengikuti beritanya dan menyadari ini sebuah bencana besar dan sebuah peringatan dari Tuhan untuk menyadari semua yang telah kita perbuat.. tidak ada kengerian membaca dan melihat peristiwa itu. Kita bahkan mendapatkan esensi lebih bagaimana sebuah bencana ditangani dengan cepat dan kedisplinan serta keteraturan membuat semuanya menjadi lebih mudah ditangani.

Hmm saya berharap kedepan banyak media kita akan lebih bijak menampilkan semua berita, menampilkan semua gambar, menceritakan semua kejadian. Bukankah semua yang kita lihat mempengaruhi semua yang kita lakukan kedepan. Trauma & kengerian tidak harus ditularkan, akan tetapi disampaikan sebagai pesan yang mengingatkan kita, bahwa kita memiliki sesama, memiliki keterbatasan, dan kecil dihadapan Tuhan.

Minggu, 01 Mei 2011

Arsitektur Modern pada Perumahan Sederhana

Mungkin bagi sebagian kita mengenal rumah sederhana sebagai rumah yang dibiayai KPR nya dengan bunga murah karena disubsidi oleh pemerintah melalui beberapa bank yang ditunjuk. Hal ini mengacu pada beberapa perkembangan kebijakan, dimulai dari harga jual, maksimal kredit, maupun penghasilan dari pembeli rumah tersebut yang sebagian besar berpenghasilan menengah ke bawah.

Dengan harga jual yang terbatas maka logika umum menyatakan bahwa kualitasnyapun terbatas. Akan tetapi benarkah dengan keterbatasan tersebut membuat rumah sederhana memiliki arsitektur yang terbatas pula, apabila tidak ingin mengatakan sederhana?

Pertanyaan pertama, Adakah keterkaitan antara bentuk arsitektur modern dengan fungsionalitas rumah sederhana? Kedua, apakah ada keterkaitan antara arsitektur dengan luasan rumah sederhana yang masih mengijinkan T.21 saat ini?
Terakhir, adakah dari pengembang kita mempunyai style selain untuk berusaha dalam bidang ini, akan tetapi juga ikut berperan serta dalam merubah landscape kota menjadi lebih indah?

Arsitektur modern merupakan Internasional Style yang menganut Form Follows Function ( bentuk mengikuti fungsi ). Bentukan platonic solid yang serba kotak, tak berdekorasi, perulangan yang monoton, merupakan ciri arsitektur modern. Suasana degradatif ditampilkan oleh adanya arsitektur modern yang telah tidak mampu membedakan dirinya dari sebarang bangunan ( arsitektur itu lebih dari sekedar bangunan ), gubahan olah seni atau olah nalar atau keduanya tidak jelas karena prosesnya telah sedemikian mekanistik dan terformulasi keinginan untuk mendongkrak kembali degradasi ini. Hal ini justru merupakan kesalahan karena yang muncul malah cemoohan dan kelainan. Mencermati hal tersebut kiranya ada kesesuaian antara rumah sederhana yang sangat fungsional dengan nilai-nilai arsitektur modern.

Sudah seharusnya pembanguan rumah sederhana bersubsidi dibuat minimal 36-60 meter persegi. Dengan demikian perluasan ini akan mempengaruhi besaran subsidi perumahan dari pemerintah.

Selama ini pengembangan tipe rumah 21 m2 hingga tipe 36 m2 berdasarkan pada keberhasilan program keluarga berencana di Indonesia selama periode 1971 - 1997. Kiranya perlu ada peninjauan kembali kebutuhan dasar perumahan yang diberlakukan saat ini, apakah benar hunian berukuran 21 M2 itu masih layak untuk satu keluarga?

Padahal fungsi rumah saat ini bukan hanya tempat tinggal saja tetapi juga menjadi ruang usaha sehingga perlu standar yang lebih besar bagi orang tua yang mau berusaha. Bahkan kelayakan rumah sederhana setidaknya bisa mengakomodir pemisahan kamar bagi anak laki-laki dan perempuan.

Melihat perkembangan teknologi dan penyebaran informasi yang cukup cepat dewasa ini, terjadi semacam kesadaran masyarakat untuk lebih menekaknkan nilai nilai artristik dalam berbagai hal termasuk dalam pembangunan rumah, dan hal ini tentu saja membuat optimis kita kedepan bahwa antara harga jual rumah dan keindahan tidak lagi terjadi trade off akan tetapi bisa menjadi trade on.

Itu semua tergantung kita semua, pemerintah, masyarakat, dan pengembang. Mau?

Minggu, 10 April 2011

The Next Three Days atau Nothing But The Truth

Seorang temen meminjamkan 2 keping DVD untuk weekend saya, karena dia tahu persis saya sering menghabiskan waktu dirumah bila hari libur tiba,,
Saya menerimanya dengan senang hati, saya lihat ada Matt Dillon yang sungguh terkenal lewat the outsider dalam film Nothing but the truth,, dan apalagi di The next three days,, siapa yang tidak kenal Russel Crowe,,,
Sabtu pagi saya menonton nothing but the truth,, ditengah tengah film saya hanya berguman sendiri, "huh susahnya hidup berdemokrasi di Amerika, omong kosong dengan apa yang mereka sering bangga banggakan, dan malah sering menyengsarakan warga negaranya sendiri,, tapi saya salut sampai sekarang apa yang saya lihat sebagian warga negara Amerika sangat bangga dengan negaranya, dari ras apapun mereka,,, tapi tahukan anda,, Amerika merupakan peringkat pertama yang mempunyai defisit anggaran di planet ini, mempunyai peringkat rendah diabanding negara-negara maju lainnya untuk prestasi pendidikannya, tahukan anda setiap tahun ratusan warga Amerika mati dimedan tempur diseluruh dunia untuk membela sesuatu yang mereka sebut kebenaran dan demokrasi,,
Ceritanya sederhana sekali ketika seorang jurnalis the capital sun times menulis artikel tentang seseorang yang dikenalnya sebagai ibu dari teman putranya adalah seorang agen CIA yang baru saja pulang dari Venezuela,, Hal ini tentu saja menjadi berita besar dan meningkatkan reputasi jurnalis dan juga koran The Capital Sun Times,,, akan tetapi kejadian berikutnya berbalik ketika jaksa wilayah Virginia menuntutnya dan hakim menjebloskannya ke penjara karena tidak mau mengatakan sumber berita tersebut,, meskipun dia masuk nominasi penghargaan Pulitizer dan mempunyai keluarga kecil yang sangat bahagia,,, dia tetap bersikukuh untuk tidak membocorkan rahasia siapa sumbernya,, yang pada kahir cerita diketahui adalah putri dari agen tersebut yang tidak sengaja mengatakan padanya tentang siapa sebenarnya Ibunya,,
Apa yang dilakukan oleh sang suami mengetahui istrinya tercinta harus mendekam di penjara karena tidak mau mengatakan sumbernya,, dia membujuk untuk merubah prinsipnya demi keutuhan keluarga mereka,,, dan ketika sang istri menolaknya berkali-kali,, sang suami menemukan pasangan hidup barunya untuk mengisi kekosongan yang ada,,,
Apabila anda ingin ceritanya tidak seperti itu,, maka tontonlah film The next Three Days yang bercerita lain,, Ketika sang istri dijebloskan penjara karena perkara pembunuhan atasannya yang sebenarnya tidak melibatkan dirinya, akan tetapi bukti bukti mengarah kepadanya,,, maka sang suami yang dimainkan cukup bagus oleh Russel Crowe, merasa kehilangan dan merasa ada yang kosong dalam hidupnya,, dan itu tidak ditebus dengan mencari pesangan baru karena dia beranggapan keseimbangan hanya bisa dicapai dengan keberanian untuk tetap setia menjaga keutuhan dan rasa cinta,,, luar biasa,,, Dengan kecerdasan dan ketelitian seorang dosen dan juga perjuangan keras dia dapat membebaskan istrinya melalui pelarian yang panjang untuk menetap di Venezuela,,, Sebuah ide yang baik tentang nilai-nilai keluarga yang harus dipertahankan meskipun tak terbayarkan dengan cara apapun,,, mau?

Jumat, 04 Februari 2011

Catatan kecil buat Ayah,

Aku melihatnya duduk-duduk didepan teras rumah, tanpa gitar dan tanpa teman,,
Ia hanya berjemur sambil melihat melihat lalu lalang dimuka jalan nan sepi,,
Kerentaanya mulai terlihat, ketika mobilku lewat iya hanya tersenyum dan melambai, jauh dari beberapa tahun yang lalu ketika aku melihat lelaki perkasa masuk keluar hutan dan bergelut dengan kerasnya kehidupan,,
Namanya Greg, seorang ayah yang menjalani kehidupan selama 79 tahun dan dihabiskan semuanya dikedamaian teduhnya canopy hutan-hutan yang lebat di kalimantan,,
Entahlah kenapa dia selalu menyanyikan lagu semalam di Malaysia dengan teman2nya,, kadang aku berpikir mungkin dia merasa kalimantan adalah malaysia tempatnya merantau, hmmm..
Sekali waktu aku ikut dengannya melihat apa yang dilakukannya dihutan-hutan itu,, semalaman dia tidak tidur mengawasi land clearing untuk kawasan transmigran,, ak hanya duduk-duduk di kasur yang terbuat dari ranting-ranting yang ia buatkan untukku dan Danny adikku,,
Kejatuhan dan kebangkitannya menjadi kehidupannya selalu,, ketika dia jatuh, aku teheran-heran suatu hari dia tersenyum lagi dengan kebangkitannya yang baru,, terus dan terus,, Kadang ak berpikir pernahkan dia bahagia dalam kehidupannya,,
Salah satu kebahagian kecilnya adalah berkumpul dan makan-makan dengan teman-temannya yang telah keluar dari dinas militer,, mereka menyanyi diiringi gitar dengan lagi-lagu perjuangan dan tentu saja lagu favoritnya,,
Dan ini saat yang lain setelah bertahun-tahun kemudian,, dia ingin kembali dan membeli sebuah rumah kecil dihari tuanya di Tidar, banyak dari teman-temannya telah tiada,, salah satunya Om Jampang, seorang serdadu kecil yang beringas namun setia...
Namanya Greg, selalu resah dan ingin kembali kehutan kalimantan, nafasnya ada disana, diantara daun-daun lembab yg berjatuhan di tanah, diantara pohon-pohon besar yang membentuk canopy, dan diantara ratusan monyet monyet hutan,,
Setiap kudatangi Dia selalu menawarkan untuk makan bersama dan bercerita tentang semua yang dia ingin cerita, semua yang tlah lalu dan mimpi-mimpinya kedepan,,
Beberapa bulan yang lalu dia ingin kembali dan merayakan Natal di Kalimantan, jauh dari keluarganya yang telah berada di Jawa,,
Dan pada 27 Januari 2011 Dia meninggalkan Dunia dengan tenang dirumah yang telah didiaminya 10 tahun terakhir dan dekat dengan hutan belantara tempatnya bekerja dan menjalani kehidupan yang dia cintai selama ini,,
Selamat jalan Ayahku, semoga Engkau menemukan kedamaian disisi Bapa,, sekarang kau bisa berkumpul lagi dengan teman-temanmu untuk menyanyi bersama diiringi gitar dengan lagu-lagu yang kau suka,, Aku ingin kau kembali perkasa seperti dulu meninggalkan kerentaanmu yang kemarin,,,
Kami mencintaimu,, Rest in Peace Dad,,

Jumat, 03 Juli 2009

Sebuah Hati milik Kania

Just watch the smoke rings rise in the air, You'll find your share of memories there”.. Aku mengingatnya 7 tahun yang lalu ketika harus kehilangan serpihan hati yang masih tertinggal… Melihat semua kenangan itu disetiap kepulan rokok yg entah habis berapa… menghadirkan masa bahagia selalu menyakitkan disaat semua telah pergi.. Ketika waktu berganti masa… slalu saja ada yang singgah di hati kita dan sering pula pergi entah kemana… dan Dream.. menjadi penghibur utama saat kita feeling blue.. sebiru apapun itu…
Ketika Aku memandangmu pertama kali, aku melihat sosok yang kembali… dari masa yang sulit.. seorang wanita yang berusaha bangkit saat menuai pujian dan waktu kemudian menjerumuskannya… dalam… dalam sekali… tak seorangpun dapat menjulurkan tangannya atau bahkan melihatnya sekalipun…. Ketika masa berganti… dan kesadaran adalah kesempatan kembali… dia menampakkan wajah yang lain… wajah yang samasekali berbeda … Semuanya nampak normal dan menuai pujian baru… tak ada seorangpun yg mau melihat masa lalunya kelam sekelam kelamnya… buat apa? Tak ada bekasnya sedikitpun…. Tapi bayangkanlah bila malam tiba… saat detik berganti untuk terlelap … Semua terasa pedih, kerapuhan, kebohongan, kelelahan menjadi orang yang bukan dia.. mesti bersahaja.. mesti melekat pada keindahan pikiran, kehalusan hati, perilaku yang terpuji… tapi itukah dia… bukan…. Bukan samasekali… itu bukan dia… Dia hanya seorang gadis muda yang ingin bahagia, tertawa dengan keriuh rendahan bahagia di masa muda… pikiran sederhana, bermain dengan semua teman.. ke mal, piknik di hari minggu… dan harus membalas bila waktu tidak berpihak kepadanya… dan bayangkan dia harus menjadi wanita berumur 30 disaat usianya yang masih kurang dari itu… berjalan dengan sempurna, memakai smua yang bebau anggun, mesti tegar dan semua, semua, dan semua…
Dia ingin berteriak disaat malam tiba, sendirian di kamar, saat menangis sudah tak berguna lagi…. Kembalikan aku ke masa itu… kembalikan aku pada suasana yang kuiinginkan… bukan yang seharusnya seperti saat ini…
Entah sampai kapan?
Adakah yang bisa menolongnya selain yang bernama kesempatan?... Bagaimana Aku bisa menolongmu disaat akupun tak tahu kalau kau merasakan itu… disaat kau selalu bersikap tegar dan membicarakan semua dengan sempurna… bisa apa aku… Apa yang kau kejar Kania? Belum cukupkah kau dengan semua malam mengutukmu untuk kembali… semua mimpi menangis untukmu.. memanggilmu Kania, Kania… kami merindukanmu kembali.. Kembalilah ke Kania yang lalu… mengobati luka tidak mesti menjadi Kania yang lain…
Kania, seorang gadis yang baru kembali… ingin memulai hidup baru, ingin mendapatkan kesempatannya kembali…
Kania, seorang gadis yang ingin sekali bertemu dengan masa depannya lagi karena semua menginginkan itu…
Kania, seorang gadis, 23 tahun, idaman semua pria, gadis cerdas, tegar dan memupnyai keidahan diperilaku dan pikirannya…
Kania, seorang gadis yang kutemui sebulan yang lalu, menangis ditengah malam, waktu telah mengembalikannya dengan cara yang lain, yang diinginkan semua orang… tapi ia tidak … merintih ingin kembali… Kedinginan dengan hati dan pikirannya yang bukan miliknya…
Adakah yang bisa menghangatkannya kembali… keep her warm with a cozy fire… Bukalah hatimu… agar semua tahu Kania… Kania,… aku memanggilmu untuk kembali.. lupakan semuanya… kita bisa memulai yang baru dengan cara yang berbeda… lihatlah cinta Kania… bisa datang dengan cara yang berbeda-beda tetapi tetap sama… Kania ak mencintaimu, Cinta untuk Kania yang lalu… kembalilah Kania… Aku akan menemanimu slalu di sana… di titik itu… saat aku melihatmu tertawa lepas tak bertuan… melihatmu marah disaat marah… sedih disaat sedih… menangis disaat kau ingin menangis… Kania biarkan aku selalu memanggilmu berulang ulang… Aku merindukanmu slalu… Kania … Kania….

Senin, 08 Juni 2009

Sebuah hati di masa lalu

Di suatu malam Paskah yg benar-benar dingin, saya melihatmu hanya sekejap sebelum akhirnya masuk di Kapel satu2nya di kota kita…. 10 tahun kemudian saya melihatmu pada kapel yg sama bersanding dengan seseorang… tampak senyum tipis dengan ribuan makna…. Bahagia pasti salah satu diantaranya… Tuhan memberimu seorang lelaki yang sering kau ceritakan… “suatu hari dia akan datang dari tempat yang jauh membawa sebuah janji kedepan untuk membahagiakan aku”, katamu suatu hari.. “aku tidak akan membiarkanmu sendiri dan bersedih bila semuanya memang harus bersediah… aku akan meluputkanmu sesulit apapun itu”… Aku termenung mendengar ceritamu yang belum bisa kubedakan dengan sebuah mimpi…
Saat itu aku berpikir, aku juga berasal dari jauh… bahkan cukup jauh… lihatlah warna kulitku berbeda denganmu…. Lihatlah cara bicaraku yang sering kau tertawakan karena tidak pas untuk melafalkan nama kota kita….

Aku juga bisa berusaha akan berbaik-baik denganmu bila kau inginkan untuk bisa menghiburmu dan menahanmu untuk tidak menangis…
Tapi bagaimana aku harus menyampaikan padamu, jika waktu itu singkat sekali, membingungkan aku, antara ketakutan kehilanganmu dan perasaan tak berguna bila melihat kelebihanmu…

Aku selalu datang kerumahmu di hari Sabtu dan Minggu, selalu berharap ada kemajuanku untuk memberanikan diri bersikap… untuk berhenti membohongi diriku sendiri… tapi aku selalu tidak berhasil… aku selalu melihat bahagiamu diantara cerita-ceritamu yang harus kudengarkan… tanpa sedikitpun aku bisa jujur …. Tanpa aku bisa mengatakan “Aku didepanmu Si!!! Pria itu bisa saja aku Si!!!
Sisi tersenyum, sedikit berlari dan menarik tanganku dengan sedikit berbisik… ssst.. ceritaku dulu bukan hanya sekedar cerita… lihatlah dia… bukankah sama dengan ceritaku dulu… kau pasti kaget mengenalnya Ben…. Tuhan menguping ceritaku dulu padamu… kau harus mengenalnya…
Ak termenung dan tergetar menyalami pria didepanku… pria setinggi sekitar 5 cm di atasku dengan wajah tampan natural, senyum tipis penuh ketulusan… ak merasakan tidak ada bedanya dengan cerita Sisi… aku jadi bisa menerimanya… Seandainya kamu tahu Si… “Kamu Benny ya yang sering diceritakan Sisi”.. rasanya Sisi mendeskripsikan seseorang dengan tepat”… Ben, ak Nanda…

Itu sepenggal perkenalan paling parah bagiku untuk seseorang yang telah mengambil hati yang selalu kupinta dalam doaku… untung Tuhan tidak pernah menonton film Jim Carey…. Bayangin aja kalau setiap doa dikabulkan Tuhan ..
Saat ini Sisi dan Nanda tinggal di Timika, sebuah kota pertambangan yang cukup jauh dari Mimika.. kami bertemu di Kapel yang sama di kota kita berasal.. ada rasa sesal dan bahagia melihat mereka berdua… Bantu ak ya Si, untuk tidak bercerita yang lain lagi tentang mimpi-mimpimu…

(One day in the life time : Sisi di sebuah kota yang sama dengan hati yang berbeda)

Sabtu, 06 Juni 2009

Sepenggal cinta di Port Numbay

Seorang teman mengatakan … ketika sebuah cinta bisa membuat kita berlari.. sungguh jauh dan jauh sekali… dan juga bisa meninggalkan bekas tanpa bisa kita mengusirnya barang sedetikpun… sebuah cinta … semua orang bisa mempunyai definisinya sendiri.. mengatakannya secara lugas tentang apa yang sudah dirasakannya atau hanya dari yang dilihat dipinggir jalan… mau lihat cinta sederhana?.. lihatlah cinta itu dipinggir taman Tugu walikota Malang… atau cinta yang tak mudah ditemukan kembali dan harus menunggu singgahnya keajaiban tangan Tuhan dari seseorang… lihatlah the sleepless in the Seattle.. betapa cinta sering sulit ditemukan… sampai Tuhan menghadirkan sesorang baru yang tiba-tiba merelakan melepaskan semuanya demi kesepian dan kesia-siaan seseorang…
Adakah dari kita yang pernah tiba-tiba ditinggalkan cinta, kehilangan cinta, atau meninggalkan cinta…. Rasanya pasti berbeda untuk hal yang secara phisik sama bahwa kita tidak bersama lagi… hmm… percayalah ketika terpotret pada sebuah film maka rasanya akan lebih indah ketika kita kehilangan atau ditinggalkan cinta… untuk yang terakhir bahkan saya belum pernah melihat filmnya hehe..
Saya ingin bercerita tentang sebuah bukit bernama angkasa, letaknya adalah di puncak bukit Dok 5, sebuah kawasan elit di port numbay (begitu sebagian orang sana menyebut nama lain Jayapura)… percayalah itu sebuah bukit yang menyeramkan bila malam, tidak semua orang berani untuk melewati atau berlama-lama di sana, karna di bawahnya persis ada sebuah rumah dimana sebuah keluarga terbunuh seluruhnya… dan situasi politis di sana tidak memungkinkan kita untuk dengan aman melewatinya dengan tenang…
Tapi rasa cinta mengalahkan semua perasaan itu sedalam-dalamnya… saya pernah melihat semua keindahan laut lepas disana diantara dingin malam bersama sebuah motor yang sering mogok dan tentu saja dengan sebuah cinta yang begitu indahnya… yang mungkin sulit tergantikan… dan ketika persaan cinta dapat mengalahkan ketakutan apapun namanya…
Sementara, Sammy, teman saya dari Jakarta yg sama-sama ditempatkan di sana.. semua kehidupannya penuh kekalutan yang belum pernah saya melihatnya… semuanya hanya karena apa yang kita namakan sebagai kesepian… membuat dia harus membunuhnya.. dan menyesali sesudahnya.. dan itu tadi cinta adalah kejujuran menurutnya.. dia menceritakan semuanya dan penyesalannya pada Kania, tunangannya di Jakarta… dasyat menurut saya waktu itu.. Kania seorang gadis biasa di Jakarta yang selalu melayani Tuhan dan berharap Tuhan memberikan kebaikannya melalui Sammy yang sedang pergi jauh seperdelapan perjalanan dunia… (hehe ada yg mau ngukur di peta dunia?).. saya inget benar ketika melihatnya menangis tak tertahankan di Bandara Soekarno Hatta… ternyata cinta bisa membuat kita menangis sedih dan bahagia..
Kania tak pernah bisa menerima hal itu sebagai suatu kenyataan… melalui telpon panjang ditengah malam… akhirnya Sammy menceritakan akhir semuanya.. Saya yang waktu itu hanya berusaha mencitai satu-satunya cinta yang saya miliki, bingung meski berpendapat apa… memangnya Kania salah bila dia ingin semuanya bersih dan murni… tak ternoda.. apakah sebagian dari kita juga tidak menginginkan hal seperti itu…
Disuatu malam yang tidak disengaja… setelah melihat laut di Dok 2, mirip sebuah pelabuhan kecil tempat saya dan Mariance duduk2 mendengar ombak dan angin yang sepertinya berteman akrab setiap waktu… saya memutuskan menikmati malam diteras rumah yg menurut saya sangat romance, dengan lampu yang remang dan letaknya yang bisa melihat bukit2 kota disisi lain kota Jayapura… telp berdering dan saya segera berlari berharap Mariance belum bisa tidur pula.. diujung sana dengan suara lirih…. hanya menyapa “Ben,… kamu belum tidur?.. ak bisa mengganggu sebentar… hah itu suara Kania..” malam itu dia tidak mencari Sammy yang memang sudah sering tidak pulang… demi perasaannya yang tidak terdefinisikan lagi buatnya… hehehe.. dia sering ketawa kalau saya ingatkan masa itu….
Ternyata Kania juga merasakan hal yang sama dengan Sammy…. Dia merasa kecewa yang dalam dari sebuah cinta yang slalu dijaganya slama ini.. tetapi dia juga merasa kehilangan cinta.. cinta yang tak pernah disambutnya lagi… Kania menanyakan bagaimana kabar Sammy apakah baik2 saja… demi kekuatiran yg sudah tak benama itu saya mengatakan dia baik2 saja meski sudah seminggu ga melihatnya dan ngantor juga pada hari2 yg ga jelas… hehe (untung loe ga dipecat Sam!!! Untung BM nya sekampung ma loe… hehehe)…
Saya diakhir telpon hanya sedikit cerita bahwa ini Jayapura, sebuah kota pelabuhan kecil yang terputus untuk kemana-mana … tanpa teman, tanpa sahabat, tanpa keluarga .. saya menceritakan ketika Mariance belum hadir… semuanya bisa menjadi sepi yang mematikan.. kepada siapa kita harus bercerita…. dan cinta adalah sebuah keberanian.. untuk mengatakan kejujuran yang sepahit apapun itu.. beruntunglah Kania memiliki Sammy yang berani mengatakannya dengan segala resikonya.. dia tidak mau berbohong kepada hati yang selalu mendampinginya… seandainya Sammy tidak bercerita, semuanya akan baik baik saja… Kania tidak akan tahu semuanya… apakah Kania tidak bersyukur mempunyai Sammy yang mau mengatakannya sejujurnya…. Bukankan cinta memaafkan? Bukankah cinta mau menerima…

Saat ini kami berdua telah mutasi dari Jayapura… Sammy dan Kania sering bertelpon kepada saya… juga Lia putri mereka yg masih kecil… Sammy tidak pernah tau apa yang terjadi malam itu… seminggu setelah telpon itu, Kania menyadarinya dan kembali mau menerima Sammy… 2 bulan setelah itu mereka menikah di Jakarta dan mereka tinggal bersama disebuah kontrakan kecil didekat dermaga… saya sering mengunjunginya untuk makan bersama…
Kania merasa dipertemukan dengan Sammy secara kebetulan oleh Tuhan, bahwa dia lelaki yang dikirim oleh Tuhan… Kania bersyukur mempunyai cinta yang mau berkorban, memaafkan dan menerima……. Dia melihat Sammy sebagai lelaki ditengah manusia lainnya yg tidak luput dari kejatuhan dan Sammy mempunyai cinta yang berani yg tidak dimiliki semua orang…
Saya sering termenung sendiri dan bahagia memikirkan mereka berdua.. memiliki cinta yang indah yang berjalan dengan sederhana..

(tulisan ini hanya sekelumit cerita di tahun 2002 yg saya harus tuliskan karena kealphaan saya akan cinta… hehe: thanks Sam for yr call, I miss you all there..)

Minggu, 26 April 2009

Hujan & Kita.. Dulu

Malang diwaktu hujan, 25 April 2009

“Aku slalu bahagia saat hujan turun… karna dapat mengenangmu untukku sendiri… Aku bisa tersenyum sepanjang hari karena hujan pernah menahanmu disini… untukku ”

Sebuah lagu indah ketika masa lalu tak bisa kembali… ketika bertemu seseorang dimasa sekarang merupakan penyesalan… ketika kuberpikir aku tetap sahabatnya dimasa lalu.. tapi bukan untuk masa sekarang… sekarang semuanya telah berubah.. melihatnya lagi merupakan kesedihan, penyesalan, kekecewaan……. Dan seterusnya dan seterusnya..

Namanya Embun… ak slalu memperhatikan dia seperti seorang sahabat … melihatnya berjalan saat masuk kantor merupakan kebahagiaan tersendiri…. Memastikan dia ada membuatku bahagia tak terkira… melihat hujan turun menjadi kebahagian tersendiri karena embun takut hujan… dan dia menunggu untuk pulang bersama… memastikan dia masih bisa tersenyum dan berjalan berdua dengan payung yang sebenarnya tidak dirancang untuk berdua bisa menjadi tak terlupakan…. Embun tak pernah kehilangan waktunya.. dia slalu bilang, “aku janji ingin bikin mam bahagia, bahagia melihat aku kelak… ak harus mengejar semuanya..” entah apalagi yang dipikirkan Embun tiap harinya… kerja… bertambah baik… demi mimpinya…. Ak bisa paham semuanya sebagai sebuah keniscayaan dari seorang gadis yang mesti hidup berdua dengan bunda yg amat dicintainya…. Tidak ada ayah yang telah pergi jauh entah kemana…

Namanya Embun… gadis sepulang wisuda menggantung mimpinya di awan… belajar pada langit… bernafas dengan keadaan… berlari dengan ribuan mimpi… aku melihatnya bahagia suatu hari saat hari pertamanya masuk kerja… senyumnya buat sang bunda dan mimpinya…
Suatu hari embun tak kulihat lagi… ia tetap berada didekatku dengan dimensi yang jauh… aku tak kuasa mengejar embun… dia berlari terlalu kencang… dia tak perlu payungku … dia tak menungguku lagi saat hujan turun… dia terus berlari mengejar mimpi…

Namanya Embun, gadis belia berusia 23 tahun…. Setahun lalu aku melihatnya terakhir….
Tiba-tiba kemarin aku melihatnya lagi dengan senyum mengembang? Rasa bahagia membias diwajahnya… ak merasa dia telah menggapai mimipinya… dia bercerita banyak hal kecuali hujan… dia tak pernah peduli lagi dengan hujan… “buat apa merasakan hujan” katanya…
Itu bukan Embun yang kukenal dulu… samasekali bukan… aku merasakan dia bukan yang dulu lagi… ak yakin dia berlari terlalu kencang dan terjatuh sejatuh jatuhnya… sampai dia tak bisa berlari lagi dan diantara kesendiriannya dia memilih jalan yang memilukan… memilukan bagi semua orang yang menyayanginya…..
Ak melihat embun selalu merona saat ini tanpa ak menggodanya… dengan gincu tebal dan eye shadow menyolok mata, rambut yang tidak lurus lagi…
Sepulang kerja ak tidak melihatnya lagi sendirian…… ia selalu bersama sama dengan orang yang selalu berbeda beda…… Embun tetap mempunyai cerita… tapi ini cerita yang lain … bukan mimpi atau hujan … tapi sebuah kebahagian dunia yang ternyata mudah diraih dengan pengorbanan yang menurutku luar biasa…
Betapa sedih membayangkan sang Bunda bila memahaminya saat ini… Bunda mungkin jalan tidak harus lurus… kerikil dan ambisi bisa membelokkan kita, menjatuhkan kita dan membuat kita mejual mimpi kita dan menggantinya dengan kebahagiaan sesaat…
Bunda maafkan bila semuanya tidak seperti yang pernah bunda ceritakan dulu… saat hujan turun, menahanku untuk pulang sedari mengantar Embun…
Kalau saja waktu bisa berulang… Embun… ak tidak akan membiarkanmu berlari sendiri… takkan kubiarkan kau jatuh sendiri… tak kubiarkan mimpimu direbut yg lain… takkan kubiarkan mereka berjalan disisimu…
Maafkan aku Embun… aku tak bisa menolongmu…
“Aku bisa tersenyum sepanjang hari karena hujan pernah menahanmu disini… untukku ”
(Antara aku, Engkau dan Hujan : 2 tahun ini terasa kejam untukmu..)

Rabu, 01 April 2009

Tidak semua bisa disesali, karena tidak semua bisa kembali….

Semua mengatakan bahwa penyesalan selalu terjadi belakangan… ketika kita hanya bisa merenung dan berusaha menghibur diri bahwa semuanya bisa menjadi pelajaran berharga agar kita tidak mengulangi lagi di masa depan…cukup seperti itu?....
Bayangkan bila kejadian seperti itu hanya bisa terjadi sekali dimasa hidup kita… tak aka ada pelajaran apapun bagi kita… karena semuanya tidak dapat terulang lagi… hanya sekali.. dan yang sekali itupun lolos dari kehidupan kita…. Hilang… pecah… rusak…. Menangis pun tidak dapat mengembalikannya… teriak teriak apalagi… mungkin satu-satunya bisa jadi pelajaran bagi yang lain… teman, saudara, sepupu, ipar dan lain-lain….
Lalu apakah sebagian dari kita mengetahui secara pasti… banyak hal-hal didunia cukup terjadi sekali dan tak akan terulang lagi…. Bayangkan apabila tidak?... tak ada yang pernah memberitahukan… tak ada yg memberikan pelajaran seperti itu… sesuatu yang berharga tadi hanya terjadi sekali seumur hidup…. Saya menyebutnya sebagai sebuah kesialan hidup (bukan lawan dari keberuntungan). Tau atau tidak tahu, membuat kita semestinya melihat apa yang terjadi di sekitar kita,…… Pernahkan dari kita mau melihat kebelakang yang bernama sejarah… liatlah Lutvia.. seorang Israel bermata biru… kita melihat rangkuman hidup kita pada cermin dia…. Hidup penuh kerapuhan yang tak terlihat siapapun… kesalahan terus berulang-ulang… sementara buku sejarah hanya kita simpan di laci meja..
Pernahkan kita mulai berpikir banyak yang kita tidak akan tahu tanpa kita bertanya, mencari, jatuh, malu, kesakitan… dan tersudut…

Sabtu, 07 Februari 2009

Cinta itu...

Blitar, 8 Pebruari 2009

Sebuah film mengatakan ada tiga hal yang tidak bisa kita sembunyikan. Batuk, kemiskinan dan cinta. Semakin disembunyikan semakin nampak kepermukaan. Saya sering menjumpai cinta yang datang dengan cara yang berbeda-beda, semuanya apabila dicari tak akan datang… semuanya adalah karena karunia yang bernama kebetulan. Kebetulan yang sungguh membahagiakan hati diselingi kebingungan karena Tuhan memberikan kode-kode yang sering kita tidak mengerti diseluruh bagian kehidupan yang kita temui… kenang-kenangan menjadi salah satu alasan mengapa kita tetap bersatu meskipun kadang kita jenuh terhadap hubungan kita.. pernah ga denger tentang cerita tentang sebuah cinta lama…. Sebuah payung putih yang sekarang sudah menjadi “puteh”.. tidak lagi putih… disana sini nampak noda yang sudah puluhan kali dibersihkan tapi tak hilang juga.. tapi ketika kita ingin menggantinya dengan payung putih lainnya atau bahkan dengan yang berwarna lain.. kadang timbul keraguan bercampur sedih… payung itu telah menemani kita sekian lama… melindungi kita dari panas … mengamankan kita saat hujan… apakah perlu dia dibuang dan dilupakan hanya karna dia tidak putih lagi….
Kita manusia selalu senang dengan yang baru dan membawa perubahan… sedikit dari kita menikmati yang sudah ada sambil mensyukurinya… jarang dari kita dengan sengaja membuat sebanyak banyaknya memory manis untuk mengelem smuanya menjadi sangat erat.. kalau mau dipaksa, ditarik, ya mesti dua-duanya akan lepas berbarengan… hehehe.. kebanyakan dari kita hanya bersedih dih (lawannya bersuka ria hehehe) setelah cinta berakhir karena mengingat yang lalu begitu manisnya… atau misty saat lagi berantem dengan pasangan baru kita….
Saya ingat ada ikan yang namanya kurigami… dia selalu sepasang… apabila pasangannya mati maka diapun tak akan lama mati juga… begitupula waktu di Kalimantan saya ingat betul mamalia kera yang bernama Kukang… mereka slalu berpasangan dan slalu ber ending seperti ikan itu juga apabila pasangannya mati…..
Betapa nilai-nilai keluarga saat ini sangat diperjuangkan dibelahan dunia manapun… karena kecendrungan kita yang tidak seperti ikan atau kukang tadi… Terakhir ini saya sering sedih melihat acara TV yang mensosialisasi ke bawah sadar kita bahwa perceraian itu biasa aja… semuanya atas nama bahwa infotainment ini menyajikan hal yang akurat sekali dan update… hehehehe… TV menjadi pembius semuanya dan bisa tanpa sadar kita mengikutinya.. tapi banyak yang positif atau negatif yah? … mungkin tergantung kita mau pilih yang mana… tapi tau kan kecendrungan kita selalu saja pengen tahu… hehehe.. Tapi coba renungin apa iya kita bisa jelasin pada anak-anak kita kenapa tank-tank mainannya bisa bunuh manusia beneran di TV,… bisa gak kita jelasin kenapa pesawat mesti didaratin di gedung kembar WTC… bisa gak kita jelasin kenapa dan kenapa lainnya….
Nah kembali ke cinta tadi… smoga saja kita semakin sadar bahwa semuanya bisa dibangun dengan cara yang sederhana… perlahan.. dengan hal yang manis meskipun kecil artinya… membuahkan hal yang indah sulit untuk dilupakan.. bunga kecil bisa berarti besar… senyuman tipis bisa menenangkan semuanya… sunrise kecil bisa membekas… redup sunset bisa meneduhkan…
Sebentar lagi valentine day… sepanjang jalan ijen banyak yang menjual cinta kecil itu dengan dua ribuan perak… hehehe.. sering buat saya tersenyum senang …btapa hari itu walaupun hanya sekedar tgl. 14 tapi telah banyak membahagiakan orang…., Ada gak yang sudah punya cinta sejati mau berbagi… beli bunga untuk mereka yang papa dipinggir jalan… kasih coklat untuk yang mereka sulit untuk beli seumur hidupnya… Cinta memang sulit dipahami.. wah-wah wah… saya tetap berharap cinta tak akan bisa didefinisikan sampai akhir jaman… hidup cinta… disemua hati kita…

Selasa, 27 Januari 2009

Positif yuk, Mau?

Mlang, 28 Januari 2008

Saya barusan membaca sebuah blog yang baru dibangun… melihat semangat tulisannya, teman kita ini memendam cukup lama keinginannya akan sebuah dunia baru yang berbumbu positivisme… beraroma positif… bercita rasa positif… dan semuanya yang berawal kata positif… pokoke positif.. titik!!!...
Saya mensyukuri ditengah carut marut dunia seperti ini, masih ada lilin-lilin terang yang ingin menerangi semuanya bahkan menghidupkan lagi lilin-lilin kecil lainnya… saya yang bukan lilin tiba-tiba berpikir untuk menjadi lilin… boleh khan?...

Saya sendiri cukup bahagia bila membayangkan saya akan menjadi positif…. Meskipun agak kuatir … Bayangkan saya ga akan pernah bertengkar dengan orang lain, meskipun mungkin saja hasilnya negatif… saya tertipu atau terjebak atau hal lainnya yang lebih parah… tapi percayalah karena saya telah menjadi orang yang positif saya tetap mensyukurinya sebagai sebuah pelajaran yang selalu ada hikmahnya…. Cukup melelahkan ya bila itu terus terjadi dikehidupan kita… atau mungkin ada yang menyimpulkannya sebagai suatu kenaifan….

Padahal selama ini saya merasa fine-fine saja dengan kehidupan saya… kadang saya berpikir positif… kadang saya berpikir negatif… tergantung situasi apa dan dengan siapa saya bertemu… otak saya akan secara otomatis mengcompile history dari situasi atau seseorang yang telah masuk memorynya… sehingga keluarlah respon linear dari beragam stimulan yang kita hadapi… secara naluriah cukup manusiawi nampaknya… saya tidak menghabiskan energi besar untuk melakukan kehidupan seperti itu…. Tapi itulah … dasar manusia, dia selalu mengeksplorasi semua kehidupannya dan alam yang melingkupinya.. manusia selalu mencari tahu siapa dirinya dan bagaimana semua itu berlangsung….
Kadang saya ngeri juga membayangkan sebuah jawaban ada apa di kehidupan diluar planet ini…. Batasnya sampai mana? Lalu Tuhan ada di mana? Dimensinya sampai berapa… berapa jenis kehidupan yang ada diseantero jagad raya ini? Saya pikir Stephen Hawking terus bertanya dalam kehidupannya sampai terbawa mimpi … tentang pertanyaan-pertanyaan dan bagaimana merumuskannya dalam sebuah teori yang berujung pada rumus-rumus fisika yang terus berkembang… baik diterima maupun dibantah….

Penulis blog itu juga menyinggung sebuah buku yang The divine message of The DNA yang ditulis oleh Kazuo Murakami, seorang ahli Bio-Molekul yang yang menulis bahwa pikiran yang positif maupun cara memandang hidup yang optimis dapat mengaktifkan gen yang mampu membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup seseorang. Tulisannya menjadi menarik karena mampu meyingkap bagaimana kita bisa meng -on kan gen yang positif dan meng-off kan gen kita yang negatif…. Hasilnya bisa ditebak pasti luar biasa… karena DNA adalah informasi dari setiap mahluk hidup … sehingga dipercaya bahwa setiap kita sudah ditentukan sejak lahir, you can’t change it because it is hereditary. It is your destiny ... Nah bayangkan apabila memang kita bisa mengendalikannya seperti apa yang dikatakan Murakami, betapa hebat hasilnya bagi setiap manusia… Tapi itu tadi tidak setiap kita sadar akan hal itu… dan yang sadarpun belum tentu melakukannya…
Tapi saya masih percaya pada keseimbangan… kenapa ada positif?… mungkin karena ada negatif… Kenapa ada kebaikan?... karena ada kejahatan… Bayangkan dalam lingkup kehidupan kita tidak ada sesuatu yang negatif… semuanya positif.. termasuk PLN hehehe… pasti kacau balau deh… meskinya kita tetap bersyukur bahwa yang negatif tetap ada diantara yang positif… sementara kita tinggal menejemeni pikiran dan hati kita… dimana dan kapan kita harus negatif, dan kapan juga sebaliknya menjadi positif…
Tidak terbayangkan betapa kacaunya dunia… saat Jim Carey mengatakan seandainya satu hari saja Tuhan mengabulkan semua doa manusia… tentu doa yang positif bagi dirinya dan mungkin sebaliknya bagi orang lain..
Nah rasanya terlepas dari positif atau negatif… rasanya tidak berlebihan bila kita berusaha selalu berbuat kebaikan selama didunia terlepas dari paradigma positif atau negatif… rasanya negatif dapat juga menghasilkan hal yang baik lho…
Sudah seharusnya kita tidak terjebak pada dikotomi 2 kutub tersebut… Di sebuah organisasi yang saya temui, saya dapatkan pimpinan-pimpinan yang baru semuanya berslogan “positif thingking”… sampai-sampai memo, disposisi dll. ditulis juga harus positif thingking… berlebihankah itu? Saya belum memahaminya sebagai suatu postif share yang baik… penyebaran positif thingking bukan hanya seperti visi dan misi yang sering hanya sekadar WOW (word on the wall).. tapi melalui perilaku pimpinan yang dewasa, sangat bijak, pintar, logis, dan dapat diterima… Saya ingat seseorang yang pernah memimpin suatu perusahaan besar… jauh sebelum Obama berkuasa di Amerika… dia selalu berslogan “CHANGE”… hindari zona nyaman… hehehe, saya waktu itu hanya berpikir orang ini keseringan baca bukunya Rheinald Khazali kali ya…. Pertama slogannya saja sudah salah… mencari zona nyaman adalah manusiawi dan bisa kita dapatkan melalui change tadi… dan zona nyamannya tentunya naik tingkatannya… tidak ada yang membuktikan bahwa kenyamanan membuat kita tidak berubah…. Dan itu bukan suatu aksioma yang sebaliknya dari ketidaknyamanan membuat kita berubah… itu bukalah rumus persamaan matematis yang bisa dibolak-balik… Dan saya akhirnya menjadi bingung saat saya mendapatkan dia sering berubah… hehehe… yang hasilnya membuat sedikit kekacauan dan sedikit banyak merugikan orang lain… apakah saya mesti ikuti dia dengan kekonsistenannya yang selalu berubah… bahkan setiap saat… Sungguh saya pikir dia terlalu banyak baca buku dengan target : banyak yang dia tahu” hehehe..
Saat ini pemilihan presiden di Amerika telah berahir.. pidato presiden Amerika yang ke 44 sampai-sampai ditulis dibeberapa blog dan koran-koran … luar biasa Mr. Obama ini… dia dipahami sebagai orang yang bisa merubah suatu kebiasaan… Presiden Amerika bisa lho orang kulit hitam.. (meski beberapa sumber mengatakan dia juga Yahudi lho).. ”Change, we believe in” menjadi sebuah kalimat yang mahadaya yang bisa membius semua orang… seorang pejabat ditempat saya bangga sekali mengatakan bahwa dirinya pagi ini masih ngantuk karena mengikuti pidato pelantikan Obama…. Saya membacanya juga karena ditulis disebuah surat kabar… meskipun apabila kita membacanya dengan teliti per paragraph.. kita mestinya tidak buru-buru optimist bahwa Mr. yang satu ini akan membawa perubahan positif pada Amerika, dan pada Dunia… dibeberapa sisi Saya memahaminya sebagai suatu yang overconfidence dan penerusan gaya lama cowboy amerika lainnya “Arogansi”…. Hah? Waduh apakah saya mulai berpikir negatif… mudah-mudahan tidak , … rasanya lebih menarik apabila hidup kita penuh dengan logika berpikir dengan dasar yang baik dan benar terhadap semuanya, antisipasif dan strategis… apa gunanya kita berpikir positif tetapi menimbulkan hal yang buruk dikehidupan ini.. karena kenaifan kita….
Sudah saatnya kita tidak hanya menilai sesuatunya dengan kalimat semata, dengan slogan, dengan segala tetek bengek yang keluar dari mulut kita.. kenapa kita tidak mulai melihat statistik data… bagaimana orang ini 10 tahun kebelakang dan bagaimana nantinya… adakah semuanya bermakna antara kata-katanya dan tindakan yang dia pilih…. Masihkan dia konsisten apabila variabelnya berubah… karena… teman baik saya mengatakan kepada saya Perjuangan adalah mewujudkan kata-kata… percaya?

Rabu, 14 Januari 2009

Seandainya semua menjelma nyata, seandainya semua doa terkabulkan..

Malang, 12 Januari 2008.. (20.05 WIB), Senin ini…

Akhir-akhir ini saya membaca hal yang suram melihat bumi kedepan… berbagai ramalan yang kadang membuat kita terperangah karena kejadian kejadian sampai dengan kiamat dunia tinggal sebentar lagi… Saya yang biasanya tidak begitu terpengaruh dengan ramalan-ramalan bahkan mejadi sangat memperhatikan ramalan tersebut.. terakhir saya melihat video dari Youtube siaran Trans TV mengenai ramalan Mama Lourenz… tahun ini nampaknya bukan tahun yang membahagiakan bagi sebagian orang di dunia, menurutnya pesawat akan kembali jatuh, bencana alam akan kembali terjadi (sebaiknya musim hujan diganti musim bencana aja kali ya… bukankah setiap tahun musim hujan selalu banjir dan longsor?)… ada 2 politikus yang akhirnya mati karena perseturuan politik yang memanas… tapi yang lebih mencengangkan dia tidak bisa meramal lebih dari tahun 2012… kenapa? Dia sendiri tidak tahu,… semuanya Nampak gelap,…. Seperti ada yang menutupi… Hah? Mungkinkah ini kiamat dunia? Atau kontrak dia dengan malaikat yang sering membocorkan rahasia Tuhan berakhir sampai tahun 2012 sehingga perlu di renegoisasi? Heheh … Seperti yang juga
diramalkan oleh Prof. Jucelino Nobrega Da Luz tentang tahun 2012… atau penafsiran tentang penanggalan suku maya dimana penanggalan mereka hanya sampai tahun 2012 jadi kesimpulannya 2012 adalah The End of Times.. benarkah itu?...

Saya melihat teman-teman bloger juga banyak membahasnya, bahkan setidaknya di 10 blog yang berbeda saya menemukan tulisan yang mirip tentang ramalan Bapak Profesor tersebut yang juga pernah meramalkan tentang tsunami di Aceh tahun 2004….
Akankah semuanya menjadi nyata?
Sulit bagi saya untuk menerima semuanya itu sebagai sesuatu yang akan terjadi di kehidupan kita semuanya… kalau memang benar, kenapa Tuhan mengijinkan beberapa orang di planet ini tahu semuanya?...

Saya hanya melihat hal-hal yang hampir seluruhnya berbau negatif saja tentang ramalan dunia kedepan…. Mungkinkah karena bumi makin tua? Bayangain umurnya dah 3009 tahun lho… setidaknya menurut penanggalan masehi… apalagi kejadian di tanah air sejak sepuluh tahun terakhir, sejak rezim orde baru berakhir seperti bencana satu dengan yang lain saling bertautan… entah apa hubungannya..

Seandainya diberi pilihan, saya pasti gak mau bisa meramal bahkan diramal sekalipun, rasanya lebih enak menjalani semuanya seperti yang seharusnya terjadi tanpa tahu terlebih dahulu… suatu hari betapa kecewanya saya ketika malam minggu mengajak pacar saya nonton bareng film korea berjudul Ill Mare.. film yang menurut saya cukup menarik dan berbau sedikit fiksi… eh ternyata diakhir cerita dia cengengesan dan bilang bahawa sebelumnya dia pernah nonton lebih dari sekali, sehingga bisa ditebak dia selalu tahu apa yang akan terjadi … padahal saya ingin dia surprised melihat film yang bagus walau terasa agak dingin banget melihat salju turun sendirian….

Adakah selain ramalan yang membuat kita sadar untuk tetap berbuat yang terbaik setiap harinya sehingga tidak perlu kuatir apapun yang terjadi didepan…
Tetapi teman saya mengatakan bukankah semuanya demi kebaikan, sehingga kita bisa menghindari semuanya yang dapat mencelakakan kita… kalau itu terjadi… tapi kalau itu tidak terjadi anggaplah itu sebagai biaya… tetapi bisa menjadi biaya yang cukup besar bahkan bisa didefinisikan sebagai kerugian apabila tidak terjadi… Jadi kata penghiburannya adalah mulailah percaya pada nasib… lalu tentu saja kita bisa tahu siapa yang menetukan nasib kita… lebih mengerikan lagi kalau tiba-tiba temen kita bisa menjadi peramal kehidupan orang kelak melalui garis-garis pada telapak tangan kita… saya yang sering mencuci mobil sendiri pasti akan protes keras…. Bukan karna garis nasib saya gak karu-karuan… tapi karena saya sangat ketat anggaran sehingga sering cuci mobil sendiri, cuci piring, cuci pakaian semuanya sendiri, hasilnya bisa ditebak…. Wah… wah..wah masak saya harus bernasib jelek hanya karna gara-gara hal yang positif? Hehehehe…

Nah mulailah rasanya kita sekarang memilih kehidupan sukma dibanding dengan kehidupa roti… sanggup gak? Kadang tergantung kepada siapa juga kita bertanya… mungkin kita flash kebelakang ketika Majalah Tempo dibredeil pada jaman ORBA… sebagian yang memilih roti ya hijrah ke Gatra, sedangkan yang memilh sukma tetap bertahan sampai jaman berubah…. Namun kadang saya bertanya dalam hati… begitupula banyak orang-orang sukses yang mengajak kita lebih ke sukma …. Eit tapi jangan-jangan yang ngajak ke sukma karena udah kenyang makan roti hehehehe… rasanya tidak begitu… begitu banyak banyak martir yang tidak pernah menikmati kehidupan selagi awal dan rela mati demi keyakinannya…

Rasanya seperti yang saya kemukakan di awal… mau seperti apapun dunia kedepan, mau seperti apapun ramalan yang setiap kali muncul… sudah seharusnyalah kita bertambah baik kerena…
Kesadaran adalah matahari…. Mau?

Senin, 05 Januari 2009

Kejahatan sepertinya akan lebih konsisten dibanding kebaikan

Yogyakarta : 31 Desember 2008, Jam 20.05)

Seperti dugaan banyak orang, sekuel Batman: The Dark Knight menjadi film terlaris sepanjang 2008… film ini meraup penghasilan terbesar di dunia sebesar USD 996,9 juta (11 Trilyun).. luar biasa dan di Hollywood, Amerika mencatat sejarah terbesar kedua sepanjang sejarah… dan hebatnya Heath Andrew Ledger yang berperan sebagai Joker – yang meninggal awal tahun ini, merupakan kandidat terkuat penerima penghargaan khusus dalam academy award 2009…
Yang mengherankan lagi tokoh Joker sepertinya dalam sekuel Batman kali ini menjadi lebih terkenal dari Batman nya sendiri…. Aneh benar… padahal sering otak kita mengarahkan pada hal-hal yang baik… bagus, cantik, ganteng, kaya, bermoral, pintar dll… Hal itu ada pada Batman.. yang dimainkan bagus pula oleh Christian Bale, apa yang kurang..
Ketika seorang anggota KPPU ditangkap KPK, seorang pengamat politis mengomentari moral itu tidak konstan tetapi turun naik alias dinamis …. Hah? Orang yang jujur bisa saja dalam kondisi tertentu dalam waktu tertentu korup juga… Kita lihat sang walikota sebagai lambang kebaikan oleh warga Gotham City juga demikian.. tidak konsisten saat ketidakadilan menyentuh dirinya… yang lebih parah Batman plus punggawanya tidak konsisten pula, dia ingin nama walikota tetap sebagai lambang kebaikan di kota itu dan tetap menjaga nama baiknya bahwa walikota tetap baik budi sampai akhir hayatnya… padahal… kita tahu problema apa di ending cerita itu…. Mungkin Batman ingin berkata demi kebaikan bersama untuk semua orang kita perlu lambang kebaikan… perlu ada yang ditiru, perlu ada yang menjadi panutan, dan dia harus sosok yang baik dan bersih… kalau agak kotor ya harus disembunyiin…

Seringkali kita mengecam korupsi, seringkali kita mencerca penjudi, seringkali kita mensyukuri pencopet dihakimi masa.. dan cerita panjang lainnya… tapi apakah kita tetap konsisten ketika yang korupsi adalah suami atau istri kita, penjudi itu ternyata keponakan kita, pencopet itu saudara kita yang sedang frustasi… mulailah kita mencari pembenaran-pembenaran, kasak-kusuk, melakukan hal yang sebelumnya kita cela… konsistenkah kita?... Lihatlah pejabat yang berusaha membrangus semua kejahatan di negeri ini,.. tapi ketika mulai menyentuh teman-temannya… apakah dia tetap konsisten…
Itulah realita kehidupan kita yang agak aneh… pikiran dan perasaan kita selalu parsial… contoh yang paling kongkrit adalah kehidupan kita sendiri…

Lalu bagaimanakah dengan Joker, Sang Ksatria Kegelapan… yang sayangnya dalam film itu tiba-tiba saja muncul tanpa ba bi bu… satu hal yang saya cari cari tentang kekurangan difilm ini, meskipun temen-temen nonton saya.. serentak bilang gak setuju… hehe..
Ternyata Joker orang yang konsisten… dia tidak peduli uang, tidak peduli rasa sakit, tidak peduli raut wajahnya yang blontengan ga karuan… tidak peduli sijahat atau sibaik… bahkan dia berusaha meluruskan kejahatan… Jahat tetap jahat , harus tegas, jahat gak punya motivasi materi atau apapun… pokoke Jahat titik… Jadilah ia penebar rasa takut yang amat menakutkan… kejadian paling menarik adalah ketika 2 kapal fery yang berisi orang kebanyakan yang mewakili kebaikan dan satu lagi berisi para narapidana… betapa nilai moral itu tarik menarik… pasang surut… orang baik bisa saja menjadi jahat… orang jahat ragu untuk terus jahat,… hehehe.. coba banyak yang seperti ini… pasti menarik… Loh kok saya mulai berpikir tidak konsisten? hahaha

Saya sedang berpikir dan berharap akan banyak orang baik yang berpikir konsisten seperti Joker… pasti banyak penggemarnya… bayangkan saja, wong dari dunia kegelapan saja banyak penggemarnya.. apalagi dari dunia yang terang benderang…. Saya mulai ragu film yang kemarinya itu tokohnya bukan Batman tapi Joker hehehe…
Hebatnya lagi banyak orang di face book menjadi anggota fans club The Joker… satunya temen sekampus saya… padahal di kelas dia terkenal orang baik… saya mulai berpikir semoga hanya kekonsistenannya saja yang dia mau tiru…

Baiklah, akhirnya semuanya terserah kita dan apa yang melanda diri kita dan apa yang telah diajarkan kepada kita … saya ingin melihat kebaikan seperti waktu … selalu berjalan tepat tidak pernah berhenti… suatu hari saya ingin banyak orang berkata kepada saya, konsisten itu hoby, gimana? … mau?

(Tulisan ini saya dedikasikan kepada seseorang yang menurut saya agak aneh.. tidak konsisten tetapi nasibnya selalu beruntung… hayo tetep konsisten atau malah ngiri hehehe)