Jumat, 03 Juli 2009

Sebuah Hati milik Kania

Just watch the smoke rings rise in the air, You'll find your share of memories there”.. Aku mengingatnya 7 tahun yang lalu ketika harus kehilangan serpihan hati yang masih tertinggal… Melihat semua kenangan itu disetiap kepulan rokok yg entah habis berapa… menghadirkan masa bahagia selalu menyakitkan disaat semua telah pergi.. Ketika waktu berganti masa… slalu saja ada yang singgah di hati kita dan sering pula pergi entah kemana… dan Dream.. menjadi penghibur utama saat kita feeling blue.. sebiru apapun itu…
Ketika Aku memandangmu pertama kali, aku melihat sosok yang kembali… dari masa yang sulit.. seorang wanita yang berusaha bangkit saat menuai pujian dan waktu kemudian menjerumuskannya… dalam… dalam sekali… tak seorangpun dapat menjulurkan tangannya atau bahkan melihatnya sekalipun…. Ketika masa berganti… dan kesadaran adalah kesempatan kembali… dia menampakkan wajah yang lain… wajah yang samasekali berbeda … Semuanya nampak normal dan menuai pujian baru… tak ada seorangpun yg mau melihat masa lalunya kelam sekelam kelamnya… buat apa? Tak ada bekasnya sedikitpun…. Tapi bayangkanlah bila malam tiba… saat detik berganti untuk terlelap … Semua terasa pedih, kerapuhan, kebohongan, kelelahan menjadi orang yang bukan dia.. mesti bersahaja.. mesti melekat pada keindahan pikiran, kehalusan hati, perilaku yang terpuji… tapi itukah dia… bukan…. Bukan samasekali… itu bukan dia… Dia hanya seorang gadis muda yang ingin bahagia, tertawa dengan keriuh rendahan bahagia di masa muda… pikiran sederhana, bermain dengan semua teman.. ke mal, piknik di hari minggu… dan harus membalas bila waktu tidak berpihak kepadanya… dan bayangkan dia harus menjadi wanita berumur 30 disaat usianya yang masih kurang dari itu… berjalan dengan sempurna, memakai smua yang bebau anggun, mesti tegar dan semua, semua, dan semua…
Dia ingin berteriak disaat malam tiba, sendirian di kamar, saat menangis sudah tak berguna lagi…. Kembalikan aku ke masa itu… kembalikan aku pada suasana yang kuiinginkan… bukan yang seharusnya seperti saat ini…
Entah sampai kapan?
Adakah yang bisa menolongnya selain yang bernama kesempatan?... Bagaimana Aku bisa menolongmu disaat akupun tak tahu kalau kau merasakan itu… disaat kau selalu bersikap tegar dan membicarakan semua dengan sempurna… bisa apa aku… Apa yang kau kejar Kania? Belum cukupkah kau dengan semua malam mengutukmu untuk kembali… semua mimpi menangis untukmu.. memanggilmu Kania, Kania… kami merindukanmu kembali.. Kembalilah ke Kania yang lalu… mengobati luka tidak mesti menjadi Kania yang lain…
Kania, seorang gadis yang baru kembali… ingin memulai hidup baru, ingin mendapatkan kesempatannya kembali…
Kania, seorang gadis yang ingin sekali bertemu dengan masa depannya lagi karena semua menginginkan itu…
Kania, seorang gadis, 23 tahun, idaman semua pria, gadis cerdas, tegar dan memupnyai keidahan diperilaku dan pikirannya…
Kania, seorang gadis yang kutemui sebulan yang lalu, menangis ditengah malam, waktu telah mengembalikannya dengan cara yang lain, yang diinginkan semua orang… tapi ia tidak … merintih ingin kembali… Kedinginan dengan hati dan pikirannya yang bukan miliknya…
Adakah yang bisa menghangatkannya kembali… keep her warm with a cozy fire… Bukalah hatimu… agar semua tahu Kania… Kania,… aku memanggilmu untuk kembali.. lupakan semuanya… kita bisa memulai yang baru dengan cara yang berbeda… lihatlah cinta Kania… bisa datang dengan cara yang berbeda-beda tetapi tetap sama… Kania ak mencintaimu, Cinta untuk Kania yang lalu… kembalilah Kania… Aku akan menemanimu slalu di sana… di titik itu… saat aku melihatmu tertawa lepas tak bertuan… melihatmu marah disaat marah… sedih disaat sedih… menangis disaat kau ingin menangis… Kania biarkan aku selalu memanggilmu berulang ulang… Aku merindukanmu slalu… Kania … Kania….

Senin, 08 Juni 2009

Sebuah hati di masa lalu

Di suatu malam Paskah yg benar-benar dingin, saya melihatmu hanya sekejap sebelum akhirnya masuk di Kapel satu2nya di kota kita…. 10 tahun kemudian saya melihatmu pada kapel yg sama bersanding dengan seseorang… tampak senyum tipis dengan ribuan makna…. Bahagia pasti salah satu diantaranya… Tuhan memberimu seorang lelaki yang sering kau ceritakan… “suatu hari dia akan datang dari tempat yang jauh membawa sebuah janji kedepan untuk membahagiakan aku”, katamu suatu hari.. “aku tidak akan membiarkanmu sendiri dan bersedih bila semuanya memang harus bersediah… aku akan meluputkanmu sesulit apapun itu”… Aku termenung mendengar ceritamu yang belum bisa kubedakan dengan sebuah mimpi…
Saat itu aku berpikir, aku juga berasal dari jauh… bahkan cukup jauh… lihatlah warna kulitku berbeda denganmu…. Lihatlah cara bicaraku yang sering kau tertawakan karena tidak pas untuk melafalkan nama kota kita….

Aku juga bisa berusaha akan berbaik-baik denganmu bila kau inginkan untuk bisa menghiburmu dan menahanmu untuk tidak menangis…
Tapi bagaimana aku harus menyampaikan padamu, jika waktu itu singkat sekali, membingungkan aku, antara ketakutan kehilanganmu dan perasaan tak berguna bila melihat kelebihanmu…

Aku selalu datang kerumahmu di hari Sabtu dan Minggu, selalu berharap ada kemajuanku untuk memberanikan diri bersikap… untuk berhenti membohongi diriku sendiri… tapi aku selalu tidak berhasil… aku selalu melihat bahagiamu diantara cerita-ceritamu yang harus kudengarkan… tanpa sedikitpun aku bisa jujur …. Tanpa aku bisa mengatakan “Aku didepanmu Si!!! Pria itu bisa saja aku Si!!!
Sisi tersenyum, sedikit berlari dan menarik tanganku dengan sedikit berbisik… ssst.. ceritaku dulu bukan hanya sekedar cerita… lihatlah dia… bukankah sama dengan ceritaku dulu… kau pasti kaget mengenalnya Ben…. Tuhan menguping ceritaku dulu padamu… kau harus mengenalnya…
Ak termenung dan tergetar menyalami pria didepanku… pria setinggi sekitar 5 cm di atasku dengan wajah tampan natural, senyum tipis penuh ketulusan… ak merasakan tidak ada bedanya dengan cerita Sisi… aku jadi bisa menerimanya… Seandainya kamu tahu Si… “Kamu Benny ya yang sering diceritakan Sisi”.. rasanya Sisi mendeskripsikan seseorang dengan tepat”… Ben, ak Nanda…

Itu sepenggal perkenalan paling parah bagiku untuk seseorang yang telah mengambil hati yang selalu kupinta dalam doaku… untung Tuhan tidak pernah menonton film Jim Carey…. Bayangin aja kalau setiap doa dikabulkan Tuhan ..
Saat ini Sisi dan Nanda tinggal di Timika, sebuah kota pertambangan yang cukup jauh dari Mimika.. kami bertemu di Kapel yang sama di kota kita berasal.. ada rasa sesal dan bahagia melihat mereka berdua… Bantu ak ya Si, untuk tidak bercerita yang lain lagi tentang mimpi-mimpimu…

(One day in the life time : Sisi di sebuah kota yang sama dengan hati yang berbeda)

Sabtu, 06 Juni 2009

Sepenggal cinta di Port Numbay

Seorang teman mengatakan … ketika sebuah cinta bisa membuat kita berlari.. sungguh jauh dan jauh sekali… dan juga bisa meninggalkan bekas tanpa bisa kita mengusirnya barang sedetikpun… sebuah cinta … semua orang bisa mempunyai definisinya sendiri.. mengatakannya secara lugas tentang apa yang sudah dirasakannya atau hanya dari yang dilihat dipinggir jalan… mau lihat cinta sederhana?.. lihatlah cinta itu dipinggir taman Tugu walikota Malang… atau cinta yang tak mudah ditemukan kembali dan harus menunggu singgahnya keajaiban tangan Tuhan dari seseorang… lihatlah the sleepless in the Seattle.. betapa cinta sering sulit ditemukan… sampai Tuhan menghadirkan sesorang baru yang tiba-tiba merelakan melepaskan semuanya demi kesepian dan kesia-siaan seseorang…
Adakah dari kita yang pernah tiba-tiba ditinggalkan cinta, kehilangan cinta, atau meninggalkan cinta…. Rasanya pasti berbeda untuk hal yang secara phisik sama bahwa kita tidak bersama lagi… hmm… percayalah ketika terpotret pada sebuah film maka rasanya akan lebih indah ketika kita kehilangan atau ditinggalkan cinta… untuk yang terakhir bahkan saya belum pernah melihat filmnya hehe..
Saya ingin bercerita tentang sebuah bukit bernama angkasa, letaknya adalah di puncak bukit Dok 5, sebuah kawasan elit di port numbay (begitu sebagian orang sana menyebut nama lain Jayapura)… percayalah itu sebuah bukit yang menyeramkan bila malam, tidak semua orang berani untuk melewati atau berlama-lama di sana, karna di bawahnya persis ada sebuah rumah dimana sebuah keluarga terbunuh seluruhnya… dan situasi politis di sana tidak memungkinkan kita untuk dengan aman melewatinya dengan tenang…
Tapi rasa cinta mengalahkan semua perasaan itu sedalam-dalamnya… saya pernah melihat semua keindahan laut lepas disana diantara dingin malam bersama sebuah motor yang sering mogok dan tentu saja dengan sebuah cinta yang begitu indahnya… yang mungkin sulit tergantikan… dan ketika persaan cinta dapat mengalahkan ketakutan apapun namanya…
Sementara, Sammy, teman saya dari Jakarta yg sama-sama ditempatkan di sana.. semua kehidupannya penuh kekalutan yang belum pernah saya melihatnya… semuanya hanya karena apa yang kita namakan sebagai kesepian… membuat dia harus membunuhnya.. dan menyesali sesudahnya.. dan itu tadi cinta adalah kejujuran menurutnya.. dia menceritakan semuanya dan penyesalannya pada Kania, tunangannya di Jakarta… dasyat menurut saya waktu itu.. Kania seorang gadis biasa di Jakarta yang selalu melayani Tuhan dan berharap Tuhan memberikan kebaikannya melalui Sammy yang sedang pergi jauh seperdelapan perjalanan dunia… (hehe ada yg mau ngukur di peta dunia?).. saya inget benar ketika melihatnya menangis tak tertahankan di Bandara Soekarno Hatta… ternyata cinta bisa membuat kita menangis sedih dan bahagia..
Kania tak pernah bisa menerima hal itu sebagai suatu kenyataan… melalui telpon panjang ditengah malam… akhirnya Sammy menceritakan akhir semuanya.. Saya yang waktu itu hanya berusaha mencitai satu-satunya cinta yang saya miliki, bingung meski berpendapat apa… memangnya Kania salah bila dia ingin semuanya bersih dan murni… tak ternoda.. apakah sebagian dari kita juga tidak menginginkan hal seperti itu…
Disuatu malam yang tidak disengaja… setelah melihat laut di Dok 2, mirip sebuah pelabuhan kecil tempat saya dan Mariance duduk2 mendengar ombak dan angin yang sepertinya berteman akrab setiap waktu… saya memutuskan menikmati malam diteras rumah yg menurut saya sangat romance, dengan lampu yang remang dan letaknya yang bisa melihat bukit2 kota disisi lain kota Jayapura… telp berdering dan saya segera berlari berharap Mariance belum bisa tidur pula.. diujung sana dengan suara lirih…. hanya menyapa “Ben,… kamu belum tidur?.. ak bisa mengganggu sebentar… hah itu suara Kania..” malam itu dia tidak mencari Sammy yang memang sudah sering tidak pulang… demi perasaannya yang tidak terdefinisikan lagi buatnya… hehehe.. dia sering ketawa kalau saya ingatkan masa itu….
Ternyata Kania juga merasakan hal yang sama dengan Sammy…. Dia merasa kecewa yang dalam dari sebuah cinta yang slalu dijaganya slama ini.. tetapi dia juga merasa kehilangan cinta.. cinta yang tak pernah disambutnya lagi… Kania menanyakan bagaimana kabar Sammy apakah baik2 saja… demi kekuatiran yg sudah tak benama itu saya mengatakan dia baik2 saja meski sudah seminggu ga melihatnya dan ngantor juga pada hari2 yg ga jelas… hehe (untung loe ga dipecat Sam!!! Untung BM nya sekampung ma loe… hehehe)…
Saya diakhir telpon hanya sedikit cerita bahwa ini Jayapura, sebuah kota pelabuhan kecil yang terputus untuk kemana-mana … tanpa teman, tanpa sahabat, tanpa keluarga .. saya menceritakan ketika Mariance belum hadir… semuanya bisa menjadi sepi yang mematikan.. kepada siapa kita harus bercerita…. dan cinta adalah sebuah keberanian.. untuk mengatakan kejujuran yang sepahit apapun itu.. beruntunglah Kania memiliki Sammy yang berani mengatakannya dengan segala resikonya.. dia tidak mau berbohong kepada hati yang selalu mendampinginya… seandainya Sammy tidak bercerita, semuanya akan baik baik saja… Kania tidak akan tahu semuanya… apakah Kania tidak bersyukur mempunyai Sammy yang mau mengatakannya sejujurnya…. Bukankan cinta memaafkan? Bukankah cinta mau menerima…

Saat ini kami berdua telah mutasi dari Jayapura… Sammy dan Kania sering bertelpon kepada saya… juga Lia putri mereka yg masih kecil… Sammy tidak pernah tau apa yang terjadi malam itu… seminggu setelah telpon itu, Kania menyadarinya dan kembali mau menerima Sammy… 2 bulan setelah itu mereka menikah di Jakarta dan mereka tinggal bersama disebuah kontrakan kecil didekat dermaga… saya sering mengunjunginya untuk makan bersama…
Kania merasa dipertemukan dengan Sammy secara kebetulan oleh Tuhan, bahwa dia lelaki yang dikirim oleh Tuhan… Kania bersyukur mempunyai cinta yang mau berkorban, memaafkan dan menerima……. Dia melihat Sammy sebagai lelaki ditengah manusia lainnya yg tidak luput dari kejatuhan dan Sammy mempunyai cinta yang berani yg tidak dimiliki semua orang…
Saya sering termenung sendiri dan bahagia memikirkan mereka berdua.. memiliki cinta yang indah yang berjalan dengan sederhana..

(tulisan ini hanya sekelumit cerita di tahun 2002 yg saya harus tuliskan karena kealphaan saya akan cinta… hehe: thanks Sam for yr call, I miss you all there..)

Minggu, 26 April 2009

Hujan & Kita.. Dulu

Malang diwaktu hujan, 25 April 2009

“Aku slalu bahagia saat hujan turun… karna dapat mengenangmu untukku sendiri… Aku bisa tersenyum sepanjang hari karena hujan pernah menahanmu disini… untukku ”

Sebuah lagu indah ketika masa lalu tak bisa kembali… ketika bertemu seseorang dimasa sekarang merupakan penyesalan… ketika kuberpikir aku tetap sahabatnya dimasa lalu.. tapi bukan untuk masa sekarang… sekarang semuanya telah berubah.. melihatnya lagi merupakan kesedihan, penyesalan, kekecewaan……. Dan seterusnya dan seterusnya..

Namanya Embun… ak slalu memperhatikan dia seperti seorang sahabat … melihatnya berjalan saat masuk kantor merupakan kebahagiaan tersendiri…. Memastikan dia ada membuatku bahagia tak terkira… melihat hujan turun menjadi kebahagian tersendiri karena embun takut hujan… dan dia menunggu untuk pulang bersama… memastikan dia masih bisa tersenyum dan berjalan berdua dengan payung yang sebenarnya tidak dirancang untuk berdua bisa menjadi tak terlupakan…. Embun tak pernah kehilangan waktunya.. dia slalu bilang, “aku janji ingin bikin mam bahagia, bahagia melihat aku kelak… ak harus mengejar semuanya..” entah apalagi yang dipikirkan Embun tiap harinya… kerja… bertambah baik… demi mimpinya…. Ak bisa paham semuanya sebagai sebuah keniscayaan dari seorang gadis yang mesti hidup berdua dengan bunda yg amat dicintainya…. Tidak ada ayah yang telah pergi jauh entah kemana…

Namanya Embun… gadis sepulang wisuda menggantung mimpinya di awan… belajar pada langit… bernafas dengan keadaan… berlari dengan ribuan mimpi… aku melihatnya bahagia suatu hari saat hari pertamanya masuk kerja… senyumnya buat sang bunda dan mimpinya…
Suatu hari embun tak kulihat lagi… ia tetap berada didekatku dengan dimensi yang jauh… aku tak kuasa mengejar embun… dia berlari terlalu kencang… dia tak perlu payungku … dia tak menungguku lagi saat hujan turun… dia terus berlari mengejar mimpi…

Namanya Embun, gadis belia berusia 23 tahun…. Setahun lalu aku melihatnya terakhir….
Tiba-tiba kemarin aku melihatnya lagi dengan senyum mengembang? Rasa bahagia membias diwajahnya… ak merasa dia telah menggapai mimipinya… dia bercerita banyak hal kecuali hujan… dia tak pernah peduli lagi dengan hujan… “buat apa merasakan hujan” katanya…
Itu bukan Embun yang kukenal dulu… samasekali bukan… aku merasakan dia bukan yang dulu lagi… ak yakin dia berlari terlalu kencang dan terjatuh sejatuh jatuhnya… sampai dia tak bisa berlari lagi dan diantara kesendiriannya dia memilih jalan yang memilukan… memilukan bagi semua orang yang menyayanginya…..
Ak melihat embun selalu merona saat ini tanpa ak menggodanya… dengan gincu tebal dan eye shadow menyolok mata, rambut yang tidak lurus lagi…
Sepulang kerja ak tidak melihatnya lagi sendirian…… ia selalu bersama sama dengan orang yang selalu berbeda beda…… Embun tetap mempunyai cerita… tapi ini cerita yang lain … bukan mimpi atau hujan … tapi sebuah kebahagian dunia yang ternyata mudah diraih dengan pengorbanan yang menurutku luar biasa…
Betapa sedih membayangkan sang Bunda bila memahaminya saat ini… Bunda mungkin jalan tidak harus lurus… kerikil dan ambisi bisa membelokkan kita, menjatuhkan kita dan membuat kita mejual mimpi kita dan menggantinya dengan kebahagiaan sesaat…
Bunda maafkan bila semuanya tidak seperti yang pernah bunda ceritakan dulu… saat hujan turun, menahanku untuk pulang sedari mengantar Embun…
Kalau saja waktu bisa berulang… Embun… ak tidak akan membiarkanmu berlari sendiri… takkan kubiarkan kau jatuh sendiri… tak kubiarkan mimpimu direbut yg lain… takkan kubiarkan mereka berjalan disisimu…
Maafkan aku Embun… aku tak bisa menolongmu…
“Aku bisa tersenyum sepanjang hari karena hujan pernah menahanmu disini… untukku ”
(Antara aku, Engkau dan Hujan : 2 tahun ini terasa kejam untukmu..)

Rabu, 01 April 2009

Tidak semua bisa disesali, karena tidak semua bisa kembali….

Semua mengatakan bahwa penyesalan selalu terjadi belakangan… ketika kita hanya bisa merenung dan berusaha menghibur diri bahwa semuanya bisa menjadi pelajaran berharga agar kita tidak mengulangi lagi di masa depan…cukup seperti itu?....
Bayangkan bila kejadian seperti itu hanya bisa terjadi sekali dimasa hidup kita… tak aka ada pelajaran apapun bagi kita… karena semuanya tidak dapat terulang lagi… hanya sekali.. dan yang sekali itupun lolos dari kehidupan kita…. Hilang… pecah… rusak…. Menangis pun tidak dapat mengembalikannya… teriak teriak apalagi… mungkin satu-satunya bisa jadi pelajaran bagi yang lain… teman, saudara, sepupu, ipar dan lain-lain….
Lalu apakah sebagian dari kita mengetahui secara pasti… banyak hal-hal didunia cukup terjadi sekali dan tak akan terulang lagi…. Bayangkan apabila tidak?... tak ada yang pernah memberitahukan… tak ada yg memberikan pelajaran seperti itu… sesuatu yang berharga tadi hanya terjadi sekali seumur hidup…. Saya menyebutnya sebagai sebuah kesialan hidup (bukan lawan dari keberuntungan). Tau atau tidak tahu, membuat kita semestinya melihat apa yang terjadi di sekitar kita,…… Pernahkan dari kita mau melihat kebelakang yang bernama sejarah… liatlah Lutvia.. seorang Israel bermata biru… kita melihat rangkuman hidup kita pada cermin dia…. Hidup penuh kerapuhan yang tak terlihat siapapun… kesalahan terus berulang-ulang… sementara buku sejarah hanya kita simpan di laci meja..
Pernahkan kita mulai berpikir banyak yang kita tidak akan tahu tanpa kita bertanya, mencari, jatuh, malu, kesakitan… dan tersudut…

Sabtu, 07 Februari 2009

Cinta itu...

Blitar, 8 Pebruari 2009

Sebuah film mengatakan ada tiga hal yang tidak bisa kita sembunyikan. Batuk, kemiskinan dan cinta. Semakin disembunyikan semakin nampak kepermukaan. Saya sering menjumpai cinta yang datang dengan cara yang berbeda-beda, semuanya apabila dicari tak akan datang… semuanya adalah karena karunia yang bernama kebetulan. Kebetulan yang sungguh membahagiakan hati diselingi kebingungan karena Tuhan memberikan kode-kode yang sering kita tidak mengerti diseluruh bagian kehidupan yang kita temui… kenang-kenangan menjadi salah satu alasan mengapa kita tetap bersatu meskipun kadang kita jenuh terhadap hubungan kita.. pernah ga denger tentang cerita tentang sebuah cinta lama…. Sebuah payung putih yang sekarang sudah menjadi “puteh”.. tidak lagi putih… disana sini nampak noda yang sudah puluhan kali dibersihkan tapi tak hilang juga.. tapi ketika kita ingin menggantinya dengan payung putih lainnya atau bahkan dengan yang berwarna lain.. kadang timbul keraguan bercampur sedih… payung itu telah menemani kita sekian lama… melindungi kita dari panas … mengamankan kita saat hujan… apakah perlu dia dibuang dan dilupakan hanya karna dia tidak putih lagi….
Kita manusia selalu senang dengan yang baru dan membawa perubahan… sedikit dari kita menikmati yang sudah ada sambil mensyukurinya… jarang dari kita dengan sengaja membuat sebanyak banyaknya memory manis untuk mengelem smuanya menjadi sangat erat.. kalau mau dipaksa, ditarik, ya mesti dua-duanya akan lepas berbarengan… hehehe.. kebanyakan dari kita hanya bersedih dih (lawannya bersuka ria hehehe) setelah cinta berakhir karena mengingat yang lalu begitu manisnya… atau misty saat lagi berantem dengan pasangan baru kita….
Saya ingat ada ikan yang namanya kurigami… dia selalu sepasang… apabila pasangannya mati maka diapun tak akan lama mati juga… begitupula waktu di Kalimantan saya ingat betul mamalia kera yang bernama Kukang… mereka slalu berpasangan dan slalu ber ending seperti ikan itu juga apabila pasangannya mati…..
Betapa nilai-nilai keluarga saat ini sangat diperjuangkan dibelahan dunia manapun… karena kecendrungan kita yang tidak seperti ikan atau kukang tadi… Terakhir ini saya sering sedih melihat acara TV yang mensosialisasi ke bawah sadar kita bahwa perceraian itu biasa aja… semuanya atas nama bahwa infotainment ini menyajikan hal yang akurat sekali dan update… hehehehe… TV menjadi pembius semuanya dan bisa tanpa sadar kita mengikutinya.. tapi banyak yang positif atau negatif yah? … mungkin tergantung kita mau pilih yang mana… tapi tau kan kecendrungan kita selalu saja pengen tahu… hehehe.. Tapi coba renungin apa iya kita bisa jelasin pada anak-anak kita kenapa tank-tank mainannya bisa bunuh manusia beneran di TV,… bisa gak kita jelasin kenapa pesawat mesti didaratin di gedung kembar WTC… bisa gak kita jelasin kenapa dan kenapa lainnya….
Nah kembali ke cinta tadi… smoga saja kita semakin sadar bahwa semuanya bisa dibangun dengan cara yang sederhana… perlahan.. dengan hal yang manis meskipun kecil artinya… membuahkan hal yang indah sulit untuk dilupakan.. bunga kecil bisa berarti besar… senyuman tipis bisa menenangkan semuanya… sunrise kecil bisa membekas… redup sunset bisa meneduhkan…
Sebentar lagi valentine day… sepanjang jalan ijen banyak yang menjual cinta kecil itu dengan dua ribuan perak… hehehe.. sering buat saya tersenyum senang …btapa hari itu walaupun hanya sekedar tgl. 14 tapi telah banyak membahagiakan orang…., Ada gak yang sudah punya cinta sejati mau berbagi… beli bunga untuk mereka yang papa dipinggir jalan… kasih coklat untuk yang mereka sulit untuk beli seumur hidupnya… Cinta memang sulit dipahami.. wah-wah wah… saya tetap berharap cinta tak akan bisa didefinisikan sampai akhir jaman… hidup cinta… disemua hati kita…